TIPS MEMILIH MAINAN YANG TEPAT UNTUK ANAK

Oleh : Nur aynun

Apakah semua jenis mainan yang ada di pasaran baik untuk anak?

Masa kanak - kanak adalah masa bermain. Kata para ahli perkembangan, bermain bagi anak sama halnya seperti bekerja pada orang dewasa. Karena rasa sayang orangtua pada anak, saat anak meminta mainan apa saja kita langsung belikan tanpa pertimbangan masak-masak. Anak nangis minta mainan di depan toko, karena kita malu lalu belikan. Besok nangis lagi, belikan lagi. Begitu terus..Anak jadi bebas mau beli mainan apa saja karena kita tidak pernah punya aturan yang jelas.

Memilih mainan anak sama halnya memilih makanan yg masuk ke tubuh anak. Makanan sehat akan berdampak positif bagi pertumbuhan tubuh, begitu juga mainan sehat akan berdampak positif bagi perkembangan psikologis anak. Salah memilih permainan bisa berefek pada masa depan anak-anak.

Mainan yang tepat akan mendatangkan manfaat bagi anak. Seperti menguatkan otot, meningkatkan kemampuan motorik, visual dan pendengaran, merangsang perkembangan otaknya dan mendorong tumbuh kembang anak (Muslimmagz:2015).

Ada mainan yang sangat mudah membuat anak tenang dan sepertinya sangat digandrungi anak-anak masa kini. Apalagi kalau bukan main game di gadget. Karena kesibukan orangtua anak diberikan gadget dan aplikasi game yang variatif. Lantas anak bermain tak kenal waktu, anak dengan asik berkencan dengan gadget. Anak jadi kecanduan. Setelah kecanduan kita kelabakan, kita marah pada anak karena tak pernah lepas dari gadget. Padahal Kitalah penyebab awalnya.

Beberapa waktu lalu saya melihat anak mungkin sekitar umur 5 tahun di depan pecel lele, jongkok dengan antengnya, asik dengan hp ayahnya. Sudah dipanggil berulang-ulang mau makan apa, dia diam saja. Mata dan jarinya masih tekun dengan hp. Saya sudah gemes mau narik hpnya dan menghampiri orang tuanya untuk tidak memberi hp itu pada anaknya. Tapi buru - buru sadar diri, bisa - bisa marah orang tuanya karena ditegur di depan umum. Hanya bisa menuliskan di sini kecemasan saya, pada anak kecil yg terampas fitrah kanak-kanaknya, yg semestinya harus aktif bergerak tapi harus terbius dengan game yg ada di hp.

Sering saya saksikan ada sebagian orangtua yang malah bangga memberikan hp pada anaknya. Bangga karena anaknya masih balita telah mahir mengoperasikan alat canggih semacam smartphone. Entahlah... Entah siapa yg ketinggalan zaman dalam hal ini. Ketinggalan zaman karena tidak paham kebutuhan perkembangan anak atau ketinggalan zaman karena tidak tahu memakai hp? Kalau saya biarlah dianggap ketinggalan zaman karena tidak memberikan hp pada anak daripada harus terampas hak bergerak dan mengeksplorasi lingkungan. Biarlah anak tak mahir memainkan game di hp daripada tidak mahir mengenali berbagai potensi yg telah dianugrahkan Allah pada diri anak. Bagaimana anak akan tahu berbagai potensi nya kalau anak hanya mengaktifkan jari dan matanya. Padahal ada bagian tubuh lain yang harus di fungsikan agar bisa saling berkoordinasi dengan tepat.

Orangtua merasa karena disediakan gadget anak menjadi tenang, tapi tidak sadar efek buruk yang akan terjadi ke depan.

Beberapa waktu lalu saya melihat video anak yang terganggu syarafnya karena sering main game sampai tidak kenal waktu. Anak tersebut seperti sakit epilepsi, tiba-tiba tubuhnya kejang terus diam lagi, kejang diam lagi, matanya mendelik ke atas dan tidak bisa berkomunikasi. Sangat menyedihkan.

Ayah bunda...

Banyak para produsen/pedagang yg bergentayangan di dunia ini yg hanya sekedar memikirkan perut sendiri tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain. Tak perduli apakah mainan itu bermanfaat dan tepat untuk menstimulasi perkembangan anak atau tidak. Yang penting baginya produk itu diminati banyak orang dan mendatangkan keuntungan, ya sudah! Sedikit sekali para produsen/pedagang yang memang berorientasi pada manfaat. Kitalah yang paling bertanggung jawab untuk memilih yang tepat bagi anak kita. Jadilah orangtua yg cerdas agar tak kalah dengan perkembangan zaman yg tidak selalu menyuguhkan kebaikan.

Ayah bunda bisa lihat di Toko mainan biasanya penuh warna warni ya.. yang semuanya memang di tujukan agar anak-anak berminat memilikinya. Apakah berarti semua isi di toko itu bermanfaat untuk anak? Belum tentu...

Ada beberapa hal yang harus ayah bunda perhatikan saat ingin membeli mainan untuk anak.

Pastikan mainan itu sesuai dengan usia anak, biasanya ada di dalam keterangan produk. Jangan sembarangan membeli mainan hanya karena mainan tersebut sedang hit dan kekinian. Beli pasir kinetik untuk anak 1 tahun bisa-bisa ditelan itu pasir. Jadi harus perhatikan dari segi keamanannya. Pastikan juga mainan itu tidak berbahaya, seperti mengandung bahan beracun atau berbentuk yg tajam.

Pastikan mainan itu bermanfaat dan tepat untuk menstimulasi perkembangan anak. Silahkan ayah bunda cari tahu tahap-tahap perkembangan anak dan apa stimulasi yg tepat diusia itu. Saat anak berusia 1 tahun mainan apa yg tepat, usia 2 tahun apa, 3 tahun apa, dan seterusnya. Jangan sampai karena ingin anak cerdas mainan yg sebenarnya untuk anak 5 tahun diberikan pada anak 1 tahun. Begitu juga sebaliknya. Semua ada porsinya. Mainan yg tepat akan memberikan dampak yg tepat pula.


Bila perlu cari informasi apakah produsen atau pedagang juga memakai mainan yang di jualnya?Mungkin sebagian sudah ada yg tahu, kalau ternyata para pemilik stasiun televisi populer yg kerap menyajikan sinetron dan infotainment di Indonesia ini ternyata melarang anaknya untuk menonton televisi. Dan ternyata lagi pemilik pabrik rokok ternyata juga bukan seorang perokok. Silahkan tafsirkan sendiri mengapa bisa seperti itu. Kalau memang sesuatu yg dijual bermanfaat saya fikir pastilah produsen atau pedagang itu yg terlebih dahulu mengkonsumsinya.

Seperti teman saya yg buat Karpet ular tangga, ternyata itu berawal dari keinginan untuk menciptakan mainan edukasi untuk anaknya. Begitu juga dengan Abaca, awalnya memang untuk anakny lalu dikembangkan dan dipasarkan agar orang lain dapat merasakan manfaatnya.

Dari situ kita bisa melihat, mana produsen yang hanya money oriented atau value oriented. Kita yg memutuskan apa yang terbaik untuk anak-anak kita.

Semoga kita semakin bijak memilih mainan yg tepat untuk anak-anak kita. Agar mainan tidak sekedar mainan tapi mainan yang mampu mendukung anak untuk belajar lebih efektif sesuai kebutuhan perkembangan usianya. Mampu berkreasi dan berimajinasi agar kelak memiliki hidup yg lebih bermakna.

Bogor, 11 januari 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Ajaib

Uang Dan Kasih Sayang

MINTA DIMENGERTI ATAU MAU MENGERTI