Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

MENGAPA ANAK SULIT MENERIMA NASEHAT ORANGTUA?

Oleh: Nur aynun “ U mmi nih, sembarangan!” kata Athaya yang duduk di depan dengan suara sedikit keras. A ku,  Azka dan Athaya sedang naik motor menuju Bank. kami bertiga menembus jalan raya di tengah terik panas matahari itu dengan sepeda motor. Lumayan jauh, perjalanan memakan waktu hampir satu jam. Aku kaget dengan tegurannya, dan langsung tersadar sedang menontonkan perilaku salah di depan anak-anak, melanggar lampu lalu lintas. Ah.. Hanya lampu lalu lintas ini, pasti anak-anak nggak ngehlah. Fikirku dalam hati. ”Emang kenapa nak?” jawabku kemudian, pura-pura tidak tahu, hanya ingin tahu apa reaksinya kemudian. “Tadi lampu merah kan harus berhenti!” katanya menjelaskan dengan nada yang sangat serius dan mimik wajah yang sok dewasa. Aku sebenarnya ingin ketawa melihat ekspresi wajah dan mulut anak tiga tahun yang mendongak ke arahku itu . Tapi kutahan tawaku karena tidak ingin meremehkannya. Walaupun dia kecil aku tetap ingin menghargai kata-katan...

BAGAI TANCAPAN PAKU

Gambar
Oleh: Nur aynun  Ingin memiliki sifat yang lemah lembut dan tidak pernah menyakiti hati orang? Waah rasanya sulit ya, apalagi kalau kita lahir dari latar belakang keluarga yang kasar. Tinggal dilingkungan yang kasar. Apa bisa?  "Dan kuingat dulu sampai sekarang, kak aynun pernah bilang terus terang padaku tanpa basa basi, "Kakak nggak suka dengan kamu!" Rasanya sedih sekali dibilang seperti itu. Sampai sekarang nggak bisa lupa kata-kata itu. Padahal nggak tahu salahku apa sama kak aynun.. " 😢 Kalimat di atas adalah kalimat dari seorang teman lama sewaktu masih kuliah, yang di kirim ke inboxku beberapa bulan kemarin. Dia mengirim itu setelah membaca tulisanku katanya. Membacanya benar-benar membuat lemas dan meringis sedih. Benarkah aku pernah berkata seperti itu? Terlalu sekali aku... Tega sekali aku... Sudah berlalu sepuluh tahun lebih tapi dia masih ingat? Ya Allah... Celakalah aku! Itu baru satu orang yang mengaku, entah sudah berapa banyak hati yang tergo...

SOLUSI MENGHADAPI KAKAK ADIK YANG BERTENGKAR

Gambar
Hal yang sebelumnya jarang terjadi akhirnya terjadi juga di rumah ini. Dulu Azka dan Athaya itu akuuur terus. Sampai buat bingung kenapa ini adem ayem aja ya. Masalah itu sesungguhnya adalah saat mereka tidak ada masalah. Begitu pikir ummi. Kenapa mereka seperti tidak punya masalah? Hingga akhirnya pertengkaran itu pun terjadi.. Haha.. Rasain! kenapa kemarin minta? Puyeng kan? Iye puyeng... Rumah udah kayak pasar padahal isinya cuma dua anak. Apalagi kalau sedang repot dan mereka dengan asiknya beradu ego.. Hwaaaa ternyata bikin seneng! seneng nyemplungin kepala ke bak mandi biar adem dan ga denger perdebatan mereka hahahaha... Entah sudah berapa kali dalam seminggu ini Azka dan Athaya bertengkar. Hanya masalah sepele mereka sering sekali jadi ribut dan akhir nya saling menangis. Rumah seperti mau pecah mendengar gelegar mereka. Alhamdulillah fitrah mempertahankan pendapat sudah mereka miliki, tinggal bagaimana kita sebagai orangtua memenej agar pertengkaran itu menjad...

RAPUHKAH KITA?

Oleh: Nur aynun Kenapa sih saya mudah sekali badmood? mudah tersinggung, mudah sedih, Mudah marah, Mudah sekali patah semangat? Ada yang komen negatif, langsung goyah. Ada yang tidak sesuai dengan harapan langsung bad mood. Kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat dicintai langsung sedih berkepanjangan. Ada yang nyenggol dikit fisik dan perasaan langsung marah. Gagal sekali langsung patah semangat. Bertengkar sama suami minta cerai. Tidak punya uang rumah sudah seperti neraka.  Tersinggung dikit langsung tidak teguran. Ketemu di jalan sama teman tapi temannya lupa menyapa langsung sakit hati. Dikritik dikit langsung mencak-mencak tidak terima. Kalah bertanding menyalahkan lawan. Pernah merasakannya? Hati-hati! Jangan-jangan jiwa kita rapuh. Rapuh seperti gelas kaca yang bila terlempar sedikit langsung retak bahkan pecah. Ngirim paket yang ada tulisan Fragilenya butuh penanganan khusus kan? kemasannya khusus, jalurnya juga khusus. Tidak seperti paket yang l...

INGIN MENDAPAT KETENANGAN HIDUP?

Oleh: Nur aynun Suatu hari seorang ibu muda mengeluh, sebutlah ibu A, dia ingin mendapatkan ketenangan hidup katanya. Dia ceritakan kerepotan hari hari nya sebagai ibu rumah tangga yang seperti tiada henti. Pekerjaan yang tidak ada habisnya itu membuat anak adalah sasaran empuk omelannya. Dia sebenarnya menyesal mengapa harus marah-marah pada anaknya yang sebenarnya tidak salah. Menyesal, marah lagi, menyesal, marah lagi. Begitu terus... Belum lagi bila suami menuntut aneh-aneh, hwaaaa seperti ingin tenggelam ke bumi sebentar, lalu muncul lagi saat semua keadaan sudah tenang. Lain lagi cerita seorang wanita karir, sebut saja ibu B, dari pagi hingga sore kerja di kantor. Sebelum berangkat harus memikirkan rumah, pulang ke rumah sudah disambut anak-anak untuk minta bermain bersama, padahal letih sudah bersarang di tubuhnya. Tapi Berbeda dengan ibu C, selain bekerja di kantor ibu ini juga aktif di sebuah organisasi sosial. Hidupnya seperti tidak ada masalah. Tenaaang terus......

KARENA MEREKA ANAK KITA JUGA

Oleh: Nur aynun Ada apa gerangan? Melihat anak-anak remaja segerombolan berdiri di tepi jalan raya Ciampea. Beberapa waktu yang lalu. Kalau bukan karena derasnya arus jalan raya ingin rasanya menghampiri, dalam hati sudah menyiapkan beberapa pertanyaan dan akan memotret beberapa klik. Tapi urung, lajunya arus lalu lintas dan posisi saya ditengah membuat keinginan itu hanya tinggal keinginan. Anak-anak remaja itu perlahan-lahan tertinggal dibelakang, sesekali mata ini masih melirik mereka. Apakah masih tetap disitu atau akan ke mana. Entahlah.... Masing-masing mereka memegang satu kotak yang terbuka dibagian atasnya. Sepertinya kotak bekas kardus indomie. Di depan kardus itu tertempel sehelai kertas hvs bertuliskan besar-besar. Hati ini berdesir. Masya Allah... Dari mana mereka? Dimana orangtua mereka? Apa cita-cita mereka? Untuk apa mereka melakukan itu? Mengapa harus sebanyak itu mereka turun ke jalan? Tidak adakah jalan lain selain melakukan itu? Berbagai pertanyaan ber...

KATA-KATAMU ADALAH KWALITAS DIRIMU

Gambar
Oleh : Nur Aynun Kenal dengan Al bukhari? Saya sebenarnya tidak begitu kenal sejarah hidup beliau. Yang saya tahu hanya sedikit. Tapi dari yang sedikit ini saja sudah cukup membuat saya ternganga dan kagum pada kualitas diri beliau. Al bukhari adalah imam besar yang sangat mahsyur di bidang ilmu hadist. Pada usia 18 tahun beliau telah menerbitkan buku pertamanya yang berjudul Qadhaya Ash sahabat wa At tabi'in. Beliau bersama gurunya menghimpun hadist - hadist sahih dalam satu kitab, dari satu juta hadist yang diriwayatkan oleh 80.000 perawi disaring lagi menjadi 7275. Luar biasa perjuangannya hanya untuk mengumpulkan satu hadist. Seumur hidupnya dihabiskan hanya berkecimpung pada ilmu hadist. Hingga saat ini kitab Shahih Bukhari dan kitab Adabul mufrad adalah karya terbesar beliau yang selalu menjadi rujukan seluruh kaum muslimin di dunia hingga detik ini. Subhanallah... Kenal dengan Joanne Rowling? Saya juga tidak tahu banyak, hanya sepintas membaca biografinya. Sedar...

HINA DI DUNIA MULIA DI AKHIRAT

Oleh: Nur aynun Setelah menuntaskan sebuah buku, sering saya merenung. Hari ini sarapan kata saya adalah buku yang garing dan serius "Ulumul quran". Buku yang bila dijejerkan diantara novel laris pasti akan saya lirik paling akhir atau tidak di lirik sama sekali. Saya membeli ini bukan karena suka, tapi karena wajib. Sesuatu yang wajib memang harus dipaksakan. Begitu fikir saya. Maka jadilah dia masuk dalam deretan buku di rak saya. Sudah sebulan lebih belinya baru hari ini tuntas membacanya. Meski sampul nya datar, judul yang tak kalah datar juga, tanpa design yang menarik untuk dibeli orang ternyata isinya bak mutiara di dasar lautan. Saya merasa tentram setelah membacanya. Ada satu bahasan yang sangat terkesan bagi saya, menonjok-nonjok persis di ulu hati saya. Ibnu abbas berkata, "dulu aku hina ketika mencari (saat menjadi murid) kini aku mulia setelah dicari (saat menjadi guru)." Seorang penyair berkata, "seseorang yang tidak pernah me...

MINTA DIMENGERTI ATAU MAU MENGERTI

Oleh : Nur aynun Ada ga sih anggota dewan zaman sekarang yang lurus, tidak nyuap dan tidak korupsi? Hari ini saya tercekat lagi, bukan karena baca buku tapi karena mendengar cerita dari istri seorang anggota dewan. Sahabat saya yang sudah saya anggap kakak sendiri. Luar biasa perjuangan anggota dewan dari partai 'ini' ditengah hiruk pikuk model masyarakat masa kini. Ditambah lagi stigma negatif anggota dewan pada umumnya, sepertinya menambah berat beban orang yang lurus dan memilih berada di jalan ini. Suami beliau lolos jadi anggota dewan murni karena dicalonkan (bukan mencalonkan diri). Mungkin ada yang masih tidak percaya, tapi ini kisah nyata. Beliau bercerita, saat menjadi pengusaha punya mobil 2. Setelah jadi anggota dewan semua lenyap. Bukan lenyap karena di jual untuk menyalamin warga biar dapat suara, tapi terjual karena untuk melunasi hutang hutang akibat menanggung banyak beban finansial masyarakat. Subhanallah... Masyarakat berhutang ratusan rib...

SAAT CINTA BICARA

Oleh : Nur Aynun "Mi, Allepo itu di mana?" Kata Athaya, ini sudah yang kesekian kalinya. "Di Suriah" jawabku pelan sambil mata tetap ke hp. "Suriah itu di mana?" lanjutnya lagi belum puas sepertinya karena aku belum menoleh padanya.. "Di negri syam" kataku sambil meletakkan hp, sambil berharap semoga ga nanya lagi negri syam itu di mana haha... "oooh... Negri Syam" ucapnya dengan senang, "negri Syam itu yang ada raja yang baik hati itu ya mi... Siapa namanya mi... Najasyi ya mi?" lanjutnya dengan antusias. Aku bengong... Sambil mikir sebenarnya, benar ya Habasya itu di negri syam? "Yang ada penghasut itu kan mi?" belum selesai bengong dia ngajak diskusi lagi, "penghasut itu apa mi?" bla bla... Cerita berlanjut dan akhirnya terpotong karena dia tertidur. Kisah tentang penghasut dari kalangan kafir Quraisy selalu menarik bagi Athaya. Di Buku manapun Athya paling tertarik dengan kisah Hijrah kaum musl...

SAYA BUKAN IBU YANG BAIK

Oleh: Nur aynun Apakah menunggu sempurna baru menginspirasi orang lain melakukan kebaikan? Al kisah.. Datanglah seorang laki-laki bermaksud mengadukan kehebohan istrinya di rumah pada Khalifah Umar bin khattab. Dan uniknya laki-laki ini batal mengetuk pintu Khalifah Umar karena mendengar kehebohan yang terjadi di rumah Khalifah. Istri seorang Khalifah sedang ngomel panjang lebar dan tidak terdengar suara Khalifah Umar membalas kehebohan istrinya. "wah istri Khalifah aja begitu, apalagi istriku" akhirnya laki-laki itu balik kanan. Sering menulis tentang kebiasaan baik anak dirumah, membuat saya jadi ketakutan disalah pahami sama yang baca. Ketakutan dianggap telah sempurna mendidik anak, padahal aslinya saya lintang pukang di rumah. Ketakutan telah dianggap penyabar tidak pernah marah sama anak, padahal aslinya saya ini emosional. Saya ini pernah loh berantem sama Azka, yang berakhir pada nangis bersama. Kalau pun saya menulis tentang yang baik-baik dari anak...