MENGAPA ANAK SULIT MENERIMA NASEHAT ORANGTUA?
Oleh: Nur aynun “ U mmi nih, sembarangan!” kata Athaya yang duduk di depan dengan suara sedikit keras. A ku, Azka dan Athaya sedang naik motor menuju Bank. kami bertiga menembus jalan raya di tengah terik panas matahari itu dengan sepeda motor. Lumayan jauh, perjalanan memakan waktu hampir satu jam. Aku kaget dengan tegurannya, dan langsung tersadar sedang menontonkan perilaku salah di depan anak-anak, melanggar lampu lalu lintas. Ah.. Hanya lampu lalu lintas ini, pasti anak-anak nggak ngehlah. Fikirku dalam hati. ”Emang kenapa nak?” jawabku kemudian, pura-pura tidak tahu, hanya ingin tahu apa reaksinya kemudian. “Tadi lampu merah kan harus berhenti!” katanya menjelaskan dengan nada yang sangat serius dan mimik wajah yang sok dewasa. Aku sebenarnya ingin ketawa melihat ekspresi wajah dan mulut anak tiga tahun yang mendongak ke arahku itu . Tapi kutahan tawaku karena tidak ingin meremehkannya. Walaupun dia kecil aku tetap ingin menghargai kata-katan...