Kata Ajaib


Kemarin sore kami pertunjukkan hafalan quran. Kegiatan yang tak perlu menyita tenaga karena aku memang sedang merasa sangat lelah. Cukup hanya menjadi penonton.

Penontonnya ummi dan athaya, ayah sedang kuliah. Kali ini si kakak Azka yang tampil, ambil kursi dan e pen Al quran for kids yg jadi mix sekaligus biar bisa merekam kata Azka. Dan kakak azka pun menampilkan surat an naba sampai tuntas.

Bahagia mendengarnya? ya tentu saja bahagia, mendengar anak yg hafal quran karena bimbingan kita itu rasanya luar bisa. Jangan bandingkan dengan anak siapa pun yang sudah hafal quran sekian juz di usia 7th ya. Ini sedang bicara tentang diri kami. Tentang seorang ummi yang mudah naik turun semangatnya, tentang seorang ummi yang masih tertatih-tatih belajar menata hati untuk menjadi teladan bagi anak-anaknya. 

Tentang seorang ummi yang berjuang mengambil alih pendidikan anaknya di rumah dan tidak menyerahkannya di sekolah formal, tentang seorang ummi dan anaknya yang sering sekali alpa hanya karena alasan-alasan yang mungkin menurut sebagian orang, ahh..sepelee...dan ketika kami berhasil menaklukkan pendakian gunung jiwa kami, subahanallah..ini lah dia yang namanya sukses sebelum sukses yang sebenarnya di syurga. Inilah dia yang namanya medan pembelajaran yang sesungguhnya. Belajar mengambil hikmah dari segala kegagalan.

Tapi ada bahagia yang tak terkira selain dari itu. Bahagia memiliki anak, mungkin inilah dia salah satunya. itulah kenapa anak di sebut sebagai qurrota'ayun.

Setelah Azka berhasil menuntaskan hafalan an nabanya, dia terlihat sangat senang, dan tiba-tiba "Ummi..makasih ya karena udah ngajarin kakak ngafal quran" MasyaAllah...aku terharuuu sekali mendengar kalimat sederhana ini dari anak 7 th yang memiliki karekter dasar yang sebenarnya sangat sulit mengungkapkan perasaannya. Di saat lelah seperti ini, rasanya kalimat itu seperti kata ajaib yang menjadi embun dan menetes di kedalaman hati. Aku nyaris kehilangan kata-kata saking terharunya. Kupandangi dia lama-lama yang membuat Azka malah mesem-mesem grogi.

"Ummi juga makasih ya kak karena kakak mau ummi bimbing ngafal quran, ummi bersyukur sama Allah karena sudah ngasih anak seperti Azka pada ummi" seperti biasa, setiap aku ungkapkan perasaanku Azka tersenyum-senyum dengan mata bersinar bahagia.

Aku ga punya kata-kata lain lagi untuk mengungkapkan betapa terharunya aku pada ucapan terimakasihnya.
ucapan terimakasih dari lisan seorang anak atas bimbingan orangtuanya yang padahal tak seberapa seperti medali emas yg di kalungkan pada jiwa orangtuanya.

Pandai berterimakasih smoga menjadikan Azka tumbuh menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur, semoga...

Bogor, 27 oktober 2016


Komentar

  1. مَاشَآءَاللّهُ
    Mg Azka jd hafizhoh...istiqomah ya menghafalnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uang Dan Kasih Sayang

MINTA DIMENGERTI ATAU MAU MENGERTI