5 TIPS MENYUBURKAN CINTA SUAMI ISTRI
Prang!! Suara gelas kaca yang terbanting ke lantai tiba-tiba
memecahkan sunyi di rumah itu.Seorang perempuan berusia tiga puluhan meradang.
Amarah yang sudah menggunung di dadanya akhirnya pecah lewat gelas kaca yang jadi
sasaran amarahnya. Anak bayi yang terbaring lemah di kamar mungkin sedang
kebingungan, apa yang sedang terjadi di rumah mereka.
"Kamu tidak pernah mau mengerti aku! Aku sudah capek-capek
ngurus anak kamu seharian, pulang ke rumah bukannya membantu aku, kamu malah
enak-anakan telfonan dengan teman-teman mu!!" Suara wanita yang baru satu
bulan lalu resmi menjadi ibu itu meninggi. Anak bayi mungilnya itu seperti
paham sedang terjadi sesuatu yang serius di rumah, dia diam saja, tidak
menangis sama sekali.
"Kamu yang tidak pernah mau mengerti aku, aku sudah capek
pulang kerja mbok ya nyambut di depan pintu dengan senyuman manis, ini lihat
muka kamu yang seperti kain kusut membuat mood ku rusak, selera makan hilang,
kenapa sih setelah kita punya anak tingkah kamu makin aneh? " suara
laki-laki itu juga ikut meninggi. Tapi bersyukur lelaki yang masih rajin sholat
lima waktu ke masjid itu masih bisa mengendalikan diri tanpa ikut menghempaskan
gelas ke lantai, atau memukul perempuan yang telah membuatnya kaget dan malu
karena di dengar tetangga. Di hampirinya wanita yang telah tiga tahun menjadi
istrinya itu. Lelaki itu seketika sadar, pasti ada sesuatu yang terjadi pada
perempuan yang telah setia menemaninya dalam keadaan suka dan duka. Lelaki itu
mengutip pecahan gelas yang berhamburan di lantai, padahal si wanita ingin
sekali dalam keadaan begini segera dipeluk suaminya. Tapi suaminya tidak pernah
mengerti. Akhirnya menangis adalah satu-satunya cara untuk meluapkan emosinya
yang terpendam. Suaminya semakin kebingungan melihat istrinya menangis. Drama
keluarga ini masih berlanjut dengan aksi diam-diaman. Kapan kah drama ini
berakhir?
***
***
Banyak rumah tangga yang sering bertengkar karena ingin
dimengerti oleh pasangannya. Masing-masing minta dimengerti yang akhirnya
mendatangkan pertengkaran. Padahal kalau saja mereka tahu ilmu berumah tangga,
adegan pertengkaran tidak akan pernah terjadi. Kalau pun terjadi tidak akan
memakan korban gelas pecah, piring melayang atau suara yang meninggi.
Begitu banyak pasangan suami istri memutuskan menikah hanya
karena dasar cinta. Debar-debar di dada saat bertemu dengan calon pasangan,
membuat sangat yakin bahwa menikah adalah saat yang paling indah bagi mereka.
Bukankah dengan cinta yang tidak bertepuk sebelah tangan semua akan indah di
mata. Ternyata mereka sama sekali belum tahu apa makna cinta yang sesungguhnya.
Dengan alasan cinta yang menyala-nyala mereka memutuskan menikah. Tapi kemudian
cinta itu redup hanya karena tiupan angin sepoi-sepoi. Masalah sepele sering
menjadi penyebab hancurnya rumah tangga. Bukan masalah besar.
Nah, agar makna cinta tidak kabur dari benak kita dan agar cinta
itu semakin tumbuh subur dalam rumah tangga kita, yuk lakukan beberapa tips di
bawah ini:
1. Jadilah pasangan yang selalu proaktif untuk memberi. Apa saja
yang ingin kita dapatkan dari pasangan, berilah terlebih dahulu. Jangan pernah
menunggu pasangan mau memberi kita hadiah, jangan pernah menuntut pasangan agar
selalu tersenyum pada kita, jangan pernah memaksa pasangan untuk melakukan sesuatu
yang kita suka, jangan menunggu pasangan mengucapkan i love you pada kita,
jangan menunggu pasangan memberi perhatian pada kita, tapi lakukanlah terlebih
dahulu. Karena cinta sejati itu adalah memberi, bukan menerima. Lakukan
semuanya ikhlas karena Allah. Dan janji Allah itu pasti, apa yang kita lakukan
karena Allah dijamin Allah akan menggantinya lebih baik dari yang kita
harapkan. Percayalah...
2. Pahami bahwa karakter laki-laki dan perempuan berbeda. Jangan
pernah memaksakan pasangan sesuai dengan style kita. Laki-laki ingin agar istri
memahami nya untuk diam saat suami sedang ada masalah, padahal perempuan
bertanya karena merasa begitulah caranya menyelesaikan masalah. "Ayo dong
mas, ngomong.. Kamu kenapa sih diam terus?" desak seorang istri pada suaminya.
"Kamu bisa diam ga sih?" suaminya semakin kesal. Akhirnya
pertengkaran pun terjadi, masalah yang awalnya ingin di selesaikan malah jadi
bertambah. Maka wahai para istri, bila suami sedang merasa hatinya gundah
biarkan dia masuk dalam 'gua' nya beri kesempatan pada suami untuk punya ruang
bagi dirinya sendiri. Berdiam diri dan tidak bertanya apa-apa jauh lebih
menolong dari pada sibuk bertanya meski tujuan istri ingin menolong. Nah, wahai
para suami, bila istri sedang ngambek jangan dibiarkan, kejar dia meski katanya
"aku benci kamu.." percayalah itu hanya di bibir, istri hanya ingin
suami memeluknya dan bilang "walaupun kamu bilang benci, aku tetap cinta
sama kamu.." percaya deh, walaupun istri menepiskan pelukan suami besoknya
dia akan semakin lengket dan tidak bisa berpisah hehe..
3. Jadilah pasangan yang selalu mengalah dan tidak memaksakan
kehendak kita pada pasangan. Tidak akan menghasilkan kesuksesan rumah tangga
kalau hanya ingin mensukseskan keinginan pribadi. Rumah tangga bukan ajang
lomba untuk menunjukkan siapa yang paling hebat di antara suami dan istri.
Rumah tangga bukan tempat untuk kesenangan semata. Rumah tangga adalah rumah
perjuangan. Rumah tangga adalah organisasi kecil yang menjadi miniatur
peradaban bangsa. Semakin sering kita mengalah setiap ada masalah, semakin
besar peluang untuk menumbuhkan rasa cinta pasangan pada kita. Mengalah bukan
berarti kalah. Setelah suasana tenang berdiskusilah dan menghargai pendapat
pasangan, ambil jalan tengah agar pendapat suami dan istri bisa sama-sama
dimenangkan. Misal bila istri ingin masakan yang tanpa penyedap rasa tapi suami
ingin pakai, tidak akan dosa bila istri sedikit mengalah sesekali pakai
penyedap rasa. Bukankah ridho suami adalah ridho Allah. Menghindari penyedap
memang menjaga kesehatan, tapi mendapatkan ridho suami jauh lebih penting.
Sambil berdoa dan ngobrol dengan suami agar pelan-pelan bisa menghindari
penyedap rasa.
4. Selalu jalin komunikasi yang sehat. Manusia bukan malaikat
yang bisa mencatat kata hati. Manusia makhluk sosial yang memahami maksud lawan
bicaranya lewat komunikasi. Perempuan ingin suaminya selalu mengecupnya setiap
bangun tidur, tapi diam saja ya suami tidak akan pernah tahu. Bisa jadi suami
bukan laki-laki romantis seperti keinginan istri. Maka komunikasi adalah
satu-satunya cara, jangan sesekali mengatakan "masak dia ga tau cara
mencintai istri, udah dewasa juga" sikap ini tidak akan mendatangkan
ketenangan bagi hati perempuan, tapi malah membuat semakin sesak karena jadi
menimbulkan suudzon pada suami. Lebih baik sampaikan apa saja keinginan istri
agar suami mau melakukannya untuk kita. Tidak usah berhayal, bermimpi atau
memakai telepati. Karena mimpi apapun tidak akan pernah terwujud tanpa ikhtiar.
Mendapatkan bentuk perhatian dan apapun harapan pada suami atau istri tidak
akan terwujud kalau tidak disampaikan lewat kata-kata, berkomunikasi adalah
ikhtiar yang kita lakukan untuk menjaga agar cinta suami istri tetap subur
seiring bertambahnya umur.
5. Meningkatkan ibadah kepada Allah swt. Semakin besar tanggung
jawab biasanya harus diiringi dengan semakin besarnya amunisi jiwa. Ibadah
kepada Allah adalah amunisi bagi jiwa suami istri agar biduk rumah tangga yang
di kayuh bisa terus melaju meski hujan badai dan segala rintangan menghadang.
Tidak akan mampu kita berjalan tanpa amunisi yang cukup. Perjalanan rumah
tangga adalah perjalanan panjang yang harus terus kita tempuh hingga sampai ke
syurgaNya. Bila merasa perjalanan rumah tangga sebagai perjalanan semampu yang
kita bisa, ini artinya menganggap bahwa rumah tangga bukan perkara besar.
Padahal Allah telah mengatakan pernikahan itu adalah perjanjian besar (Mitsaqon
ghalizah), semakin kita merasakan kebesaran dari janji ini kita akan semakin
serius untuk menyiapkan amunisi, bersungguh-sungguh beribadah pada Allah, baik
dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Demikian lima tips yang bisa dilakukan suami istri agar cinta
semakin subur. Selamat menyelami maknanya dan selamat mencoba...

Komentar
Posting Komentar