Haruskah Bercerai?


"Kak aku mau cerai aja lah!" Katanya dari sebrang telfon. Seorang teman yang sudah kuanggap adik menelfonku. Aku kaget.

Dia cerita bahwa suaminya sekarang jauh berubah, setelah mereka punya anak tiga. Tidak seperti di tahun awal pernikahan mereka. Dulu suaminya rajin sholat ke masjid sekarang tidak. Dulu suaminya rajin baca Qur'an sekarang tidak. Dulu suaminya rajin sholat dhuha sekarang tidak. Dulu suaminya berhenti merokok sekarang merokok lagi. Dulu suaminya selalu setuju apa saja kebaikan yang di sarankan istrinya untuk dikerjakan, sekarang tidak.

"Bahkan kak, saat aku minta tolong pijitkan kakiku pasca operasi Cesar, dia tak mau kak!" ceritanya pilu.
"Trus dia bilang apa?" kejarku.
"dia jawab, tak mau lah.. Nanti aku disebut laki2 yg takut istri" olalala... Jujur betul dia ya. Sederhana nian definisi takut istri versi suaminya itu.

"Kenapa dulu abang baik waktu awal kita nikah?" Katanya suatu kali pada si suami.
"Iya biar kamu mau aja samaku" gubrak! Benar-benar laki-laki 'jujur'. Aku terhempas mendengar ceritanya. Jujur yang tanpa ilmu ya begini.

"Ngantar anak-anak ngajipun dia tak mau kak, padahal dia bisa tengok aku lagi repot sama anak yang bayi, belum urus rumah, aku kan juga kerja" ceritanya.

Beginikah kalau hijrah karena perempuan?ucapku dalam hati.

Tapi apakah pernikahan harus di akhiri? Sementara anak sudah tiga dan mitsaqan gholizah adalah janji besar dihadapan Allah. Masih berbicara dalam hati ini.

Kubiarkan dia bercerita puas-puas, tanpa sedikitpun menyalahkannya.

Sebagai seorang perempuan yang tidak punya ilmu agama, aku tak tahu harus memberi nasehat apa. Aku hanya bisa bercerita.

Dulu, di Padang sana. Ada sebuah kisah perempuan luar biasa. Tidak hanya di sakiti secara fisik, tapi juga di sakiti jiwanya.

Selama 7 tahun, suaminya selalu berbuat kasar padanya. Bahkan pernah Saat bertengkar istrinya di kunci di dalam kamar mandi, dan setelah suaminya pergi kerja, anaknyalah yang membukakan pintu kamar mandi. Bahkan anak-anaknya yang meminta pada ibunya agar bercerai saja. Tapi ibunya tidak mau.

Saat naik jabatan suaminya sudah bisa beli mobil, suaminya selingkuh. Sekali pun istrinya tak pernah naik mobil itu. Selingkuhan suaminyalah yang berkuasa dengan mobil itu.

Hwaaa.. Seperti sinetron aja kan? Ada gitu perempuan bego, bukan hanya di siksa tapi juga di khianati mentah2 tapi tidak pernah membalas, terucap minta ceraipun dia tak pernah. Tapi ini kisah nyata.

Selama 7 tahun itu, tak pernah putus dia berharap pada Allah. Tempat bergantungnya hanya Allah. Sumber ketenangannya hanya Allah. Dia rutin sholat tahhajud meminta pada Allah. Tak kenal lelah, tak berputus asa. Hingga 7 tahun lamanya.

Hingga suatu hari, tanpa di duga. Tiba-tiba suaminya berubah total. Tanpa ada angin dan hujan, tiba-tiba dia insafi semua kesalahannya. Dia minta maaf pada istrinya. Dan sekarang mereka jadi keluarga yang bahagia. Subhanallah... Walhamdulillah.. Allahuakbar!!
***

"Subhanallah... Berarti mungkin aku yang belum cukup sabar ya kak, Makasih kak ceritanya, sangat menginspirasi, jazakillah khoir.. Assalamualaikum"

Dia pun menutup telfonnya. Semoga Allah karuniakan Sakinah mawaddah warohmah pada keluarganya, Aamiin..

Semoga bermanfaat.
Bogor, 23 november 2017

#mendadakjadikonsultanpernikahan
#ceritaAynun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Ajaib

Uang Dan Kasih Sayang

MINTA DIMENGERTI ATAU MAU MENGERTI