Bagaimana Menyikapi Kakak Beradik Yang Sering Bertengkar


Oleh: Nur aynun

Anak-anak bunda sering bertengkar di rumah? Pasti pusing ya bun. Setiap hari bertengkar terus, tidak pernah tenang. Rumah sudah seperti mau pecah. Akur sebentar lalu bertengkar lagi. Padahal penyebabnya hanya masalah sepele. Misal karena berebut mainan atau makanan. Mau bela kakak nanti adik cemburu, bela adik kakak marah. Bunda jadi bingung. Kalau dibiarkan bisa semakin runyam.

Hampir setiap kakak beradik pernah bertengkar, apalagi yang rentang usianya berdekatan. Hal ini terjadi karena anak belum terbangun kemampuan sosialnya dengan baik. Anak belum paham konsep menghargai, berempati dan rasa memiliki. Bertengkar di usia balita adalah sarana belajar bagi mereka untuk bersosialisasi dengan baik.

Bila di usia sekolah anak bunda masih suka bertengkar, bisa jadi kemampuan sosialnya belum matang. Proses belajarnya belum selesai saat masih balita. Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan agar pertengkaran itu tidak terus berlanjut hingga mereka dewasa.

1. Buat peraturan yang jelas dan konsisten. Biasanya anak bertengkar karena tidak adanya aturan yang jelas di rumah dan tidak adanya keadilan dan konsistensi. Hari ini boleh besok tidak, kakak boleh adik tidak, ayah boleh tapi anak-anak tidak. Kalau peraturan yang bunda terapkan di rumah jelas,  adil dan konsisten pertengkaran kakak adik bisa mudah diatasi.

3. Bangun rasa memiliki antara satu dengan yang lain. Saat anak-anak bertengkar bukan berarti mereka saling benci. Usia balita adalah masa egosentris. Mereka hanya ingin mempertahankan keinginannya sendiri, bukan karena tidak suka pada saudara. Berbeda dengan fikiran orang dewasa, makanya anak-anak kalau sudah bertengkar mudah sekali akurnya. Oleh karena itu disinilah peran bunda diperlukan. Sampaikan pada anak bahwa kakak dan adik adalah saudara yang harus saling sayang menyayangi, dan saling memberi dan saling tolong menolong.

3. Lakukan pemboikotan antara kakak dan adik. Bila untuk hal yang sama anak masih juga bertengkar padahal bunda sudah menerapkan dua hal di atas, sekarang saatnya lakukan pemboikotan. Pemboikotan disini maksudnya adalah melarang anak untuk bicara satu sama lain. Misalnya tidak boleh bicara selama sehari atau dua hari.Tergantung penyebab dari pertengkarannya. Kalau masalahnya sepele bisa satu hari, semakin berat masalahnya bisa  dua hari. Hal ini bertujuan agar mereka menyadari betapa berarti sebuah persaudaraan. Karena sehari tidak bicara itu bagi mereka sudah seperti setahun. Agar mereka paham betapa berarti sebuah persaudaraan. Biasanya kasih sayang itu akan terasa kalau sudah kehilangan. Pemboikotan adalah membangun rasa kehilangan sebentar untuk kemudian memiliki kembali.

4. Membangun kesadaran akan nikmat bersaudara. Setelah anak diboikot tidak boleh bicara, sekarang saatnya bunda melakukan sesuatu yang berharga bagi mereka. Pupuk rasa kasih sayang diantara mereka dengan saling memberi hadiah. Setelah seharian tidak boleh bicara akurkan mereka dengan saling memberi hadiah. Biasanya momen ini adalah momen yang sangat mengharukan. Kakak beradik akan benar-benar merasakan keberadaan kakak dan adik itu sangat berarti. Bantu anak-anak untuk membungkus hadiahnya ditempat terpisah agar tidak tahu satu sama lain. Atur suasana seserius mungkin agar mereka saling minta maaf, berpelukan dan memberi hadiahnya.

Itulah beberapa kiat yang bisa bunda coba dirumah, karena  pertengkaran anak-anak adalah proses pembelajaran bagi bunda dan juga anak-anak. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Ajaib

Uang Dan Kasih Sayang

MINTA DIMENGERTI ATAU MAU MENGERTI