INGIN MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN HIDUP?
Oleh : Nur aynun
Siapakah orang yang paling bahagia di dunia ini?
Suatu hari, Amirul mukminin Umar bin khattab ra tertidur di bawah gubuk beralaskan tikar dari pelepah kurma. Saat itu datanglah utusan raja Romawi yang ingin mengajukan perdamaian kepada Amirul mukminin. Utusan itu sangat terkejut menyaksikan seorang raja dengan santainya tertidur nyenyak hanya dengan alas tikar dan di bawah gubuk, sementara raja-raja Romawi yang bergelimang harta dan kemewahan disaksikannya sangat sulit tidur, meski di atas tempat tidur mewah. Hal ini sangat sulit diterima akal utusan tersebut. Hingga akhirnya rasa penasaran pada kebahagiaan Amirul mukminin yang sangat sederhana 'tidur nyenyak dengan alasan tikar' akhirnya terjawab setelah dia masuk Islam.
Adakah orang yang tidak ingin bahagia? Bisa dijamin pasti tidak ada. Termasuk raja-raja Romawi yang ingin mendapatkan kebahagiaan dengan merebut kekuasaan dan hidup bermewah-mewah. Dengan kemewahan dan kekuasaan ternyata raja sangat kesulitan mendapatkan ketenangan hidup, bahkan untuk tidur nyenyak sekalipun.
Semua orang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan kebahagiaan. Seorang petani rela membanting tulang dari pagi sampai petang demi membahagiakan keluarganya. Seorang pedagang rela berangkat ke pasar pagi buta lalu pulang sore hari, demi membahagiakan keluarganya. Seorang direktur bank pergi pagi pulang malam, demi membahagiakan keluarga. Seorang artis pergi syuting dini hari dan pulang malam hari demi mencari kebahagiaan. Seorang mahasiswa kuliah tinggi-tinggi agar mendapat kedudukan yang layak demi memperoleh kebahagiaan. Bahkan seorang pelacur sekalipun rela menjual diri demi mendapatkan kebahagiaan.
Mayoritas manusia ingin mencari bahagia dengan cara apapun yang bisa mereka lakukan. Dan rata-rata mereka memandang bahagia itu datangnya dari uang, pekerjaan yang mapan, atau rumah yang nyaman. Mengapa saya berani mengatakan demikian? Lihat saja orang-orang disekitar kita. Rela banting tulang, peras keringat, jungkir balik mengisi waktu, sibuk sepanjang hari, bahkan kalau bisa waktu bertambah jadi 50 jam sehari agar bisa banyak waktu mencari uang. Rela sikut sana sini, tipu sana sini, melakukan apa saja asal dunia bisa dipeluk. Saat ditanya apakah dia ingin bahagia? Silahkan bertanya pada semua orang disekitar anda, bisa dijamin pasti ingin bahagia.
Setelah uang di peroleh, setelah kedudukan di dapat, rumah mewah, mobil terbaru, anak-anak yang cerdas, lalu apakah bisa dijamin bahagia datang dengan sendirinya? Tidak ada yang bisa menjamin. Karena ternyata bahagia itu letaknya di hati. Bukan pada harta yang banyak, kedudukan yang tinggi, fasilitas hidup yang lengkap, anak-anak yang cerdas, lahir dari keturunan bangsawan atau memiliki banyak aset di mana-mana. Meski telah kita beli dunia dan seisinya itu tidak akan bisa menjamin bahagia akan kita peroleh.
Padahal kalau saja kita ingin sedikit merenung, sedikit memberi jeda pada waktu kita, jangan terlalu terburu-buru dengan apa yang sedang dilakukan, kita mungkin akan menemukan makna bahagia itu sangat sederhana. Hanya dari rasa syukur atas apa yang kita peroleh dan memandang positif terhadap kejadian yang menimpa kita. Mudahkah melakukan itu? Ternyata sulit. Untuk anda yang terbiasa memandang sesuatu dari sudut pandang negatif butuh perjuangan keras untuk melakukan semua ini. Untuk anda yang terlanjur memandang bahagia itu adalah dari uang yang banyak, butuh usaha yang sungguh-sungguh untuk merubah sudut pandang anda.
Nah, agar bahagia selalu kita rasakan, coba lakukan beberapa aktivitas di bawah ini:
1. Selalu usahakan untuk bergaul dengan orang positif. Sebab ada sebuah hadist Rosulullah saw yang mengatakan dengan terjemahan bebasnya seperti ini: "Berteman dengan pandai besi maka kita akan kecipratan panasnya, berteman dengan penjual parfum maka kita akan kecipratan wanginya." Teman sangat besar pengaruhnya bagi kita. "Ah, yang penting saya tidak terpengaruh" mungkin bisa saja anda berpikir seperti itu. Suka tidak suka, sadar tidak sadar setiap gerak dan pola pikir teman disekitar kita sedikit banyak akan mempengaruhi cara berfikir kita. Berhati-hatilah dan seriuslah mencari teman dekat dan teman diskusi. Seorang peneliti mengatakan, di dalam tubuh kita ada sebuah enzim yang disebut enzim mirror, yang bekerja untuk meniru apa saja yang terjadi disekitar kita, tanpa kita sadari. Nah, masih berani menyangkal bahwa anda tidak akan terpengaruh dengan teman? Berhati-hatilah. Ingin mendapatkan kebahagiaan maka carilah selalu teman yang selalu terlihat bahagia meskipun tidak punya harta atau rumah yang mewah. Lihat dari cara bertutur katanya, biasanya orang seperti ini selalu memandang sesuatu dari sudut pandang positif.
2. Jangan berhenti mencari ilmu. Manusia itu sama halnya seperti handphone yang selalu butuh di isi. Banyak melakukan aktifitas, bertemu bermacam karakter manusia, menghadapi berbagai masalah yang berbeda, bisa dipastikan membutuhkan amunisi jiwa yang selalu prima. Agar segala aktivitas yang kita lakukan tidak berefek pada buruknya sudut pandang kita terhadap sesuatu, selalu sempatkan mendengar nasihat yang baik, baca buku, mengikuti seminar atau training-training yang bermanfaat. Agar setiap menghadapi masalah, kita telah punya sikap dan pegangan harus melakukan apa. Tidak mudah larut dengan apapun yang terjadi.
3. Selalu mendekatkan diri pada Allah swt. Karena memang benar cara kita menyembah Allah akan berefek pada sikap kita sehari-hari. Kalau benar sholat yang kita lakukan, insya Allah pasti akan berefek pada tingkah laku kita. Kalau ikhlas puasa, infaq dan sodaqoh kita pasti akan memberikan efek positif pada jiwa kita. Maka lakukanlah selalu upaya mendekatkan diri pada Allah, dengan selalu menjaga keikhlasannya. Bila perlu lakukan sedekah ekstrim diam-diam transfer sekian juta untuk panti asuhan misalnya.
Setelah tiga aktifitas ini kita lakukan, tidak ada salahnya anda juga melakukan hal-hal di bawah ini:
1. Sambut pagi dengan senyuman. Berikan senyum pada orang disekitar anda, meski orang tersebut tidak mau menyambut senyuman anda biar saja. Tetap saja tersenyum padanya, karena efek dari senyuman itu akan menghasilkan hormon yang mendatangkan rasa tenang dan damai. Kalau anda tenang dan damai bukankah artinya anda akan bahagia. Jangan menunggu suasana ceria untuk mendapatkan bahagia, ciptakan saja bahagia maka dunia akan ceria dimata anda.
2. Jangan terburu-buru. Sikap terburu-buru ini akan membuat kita mudah panik dan emosional. Tetap tenang meski apapun yang terjadi. Anda tidak akan mendapatkan intan berlian bila anda tidak ditakdirkan mendapatkannya. Allah hanya memerintahkan kita berkhtiar semaksimal mungkin untuk mencapai apa yang kita tuju, maksimal bukan berarti terburu-buru. Tetap tenang tapi tetap laksanakan. Bila anda kesulitan melakukan ini cobalah menarik nafas beberapa detik bila anda merasa sedang terburu-buru dan panik.
3. Sesekali lihat disekitar anda, apakah ada orang yang membutuhkan bantuan? Berikan bantuan bila ada yang memerlukan. Berbagi apa saja dan tunjukkan bahwa anda ada di dunia ini meski hanya dengan semangkuk sup untuk tetangga.
Sebenarnya masih banyak tips sederhana yang bisa anda lakukan. Untuk kali ini silahkan praktekan terlebih dahulu tips di atas. Dan rasakan kebahagiaan akan datang menghampiri anda, tanpa anda sadari. Meski tanpa harta berlimpah dan rumah yang mewah anda bisa tidur nyenyak layaknya Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Karena bahagia itu letaknya di hati bukan pada emas berlian. Selamat mencoba.
Siapakah orang yang paling bahagia di dunia ini?
Suatu hari, Amirul mukminin Umar bin khattab ra tertidur di bawah gubuk beralaskan tikar dari pelepah kurma. Saat itu datanglah utusan raja Romawi yang ingin mengajukan perdamaian kepada Amirul mukminin. Utusan itu sangat terkejut menyaksikan seorang raja dengan santainya tertidur nyenyak hanya dengan alas tikar dan di bawah gubuk, sementara raja-raja Romawi yang bergelimang harta dan kemewahan disaksikannya sangat sulit tidur, meski di atas tempat tidur mewah. Hal ini sangat sulit diterima akal utusan tersebut. Hingga akhirnya rasa penasaran pada kebahagiaan Amirul mukminin yang sangat sederhana 'tidur nyenyak dengan alasan tikar' akhirnya terjawab setelah dia masuk Islam.
Adakah orang yang tidak ingin bahagia? Bisa dijamin pasti tidak ada. Termasuk raja-raja Romawi yang ingin mendapatkan kebahagiaan dengan merebut kekuasaan dan hidup bermewah-mewah. Dengan kemewahan dan kekuasaan ternyata raja sangat kesulitan mendapatkan ketenangan hidup, bahkan untuk tidur nyenyak sekalipun.
Semua orang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan kebahagiaan. Seorang petani rela membanting tulang dari pagi sampai petang demi membahagiakan keluarganya. Seorang pedagang rela berangkat ke pasar pagi buta lalu pulang sore hari, demi membahagiakan keluarganya. Seorang direktur bank pergi pagi pulang malam, demi membahagiakan keluarga. Seorang artis pergi syuting dini hari dan pulang malam hari demi mencari kebahagiaan. Seorang mahasiswa kuliah tinggi-tinggi agar mendapat kedudukan yang layak demi memperoleh kebahagiaan. Bahkan seorang pelacur sekalipun rela menjual diri demi mendapatkan kebahagiaan.
Mayoritas manusia ingin mencari bahagia dengan cara apapun yang bisa mereka lakukan. Dan rata-rata mereka memandang bahagia itu datangnya dari uang, pekerjaan yang mapan, atau rumah yang nyaman. Mengapa saya berani mengatakan demikian? Lihat saja orang-orang disekitar kita. Rela banting tulang, peras keringat, jungkir balik mengisi waktu, sibuk sepanjang hari, bahkan kalau bisa waktu bertambah jadi 50 jam sehari agar bisa banyak waktu mencari uang. Rela sikut sana sini, tipu sana sini, melakukan apa saja asal dunia bisa dipeluk. Saat ditanya apakah dia ingin bahagia? Silahkan bertanya pada semua orang disekitar anda, bisa dijamin pasti ingin bahagia.
Setelah uang di peroleh, setelah kedudukan di dapat, rumah mewah, mobil terbaru, anak-anak yang cerdas, lalu apakah bisa dijamin bahagia datang dengan sendirinya? Tidak ada yang bisa menjamin. Karena ternyata bahagia itu letaknya di hati. Bukan pada harta yang banyak, kedudukan yang tinggi, fasilitas hidup yang lengkap, anak-anak yang cerdas, lahir dari keturunan bangsawan atau memiliki banyak aset di mana-mana. Meski telah kita beli dunia dan seisinya itu tidak akan bisa menjamin bahagia akan kita peroleh.
Padahal kalau saja kita ingin sedikit merenung, sedikit memberi jeda pada waktu kita, jangan terlalu terburu-buru dengan apa yang sedang dilakukan, kita mungkin akan menemukan makna bahagia itu sangat sederhana. Hanya dari rasa syukur atas apa yang kita peroleh dan memandang positif terhadap kejadian yang menimpa kita. Mudahkah melakukan itu? Ternyata sulit. Untuk anda yang terbiasa memandang sesuatu dari sudut pandang negatif butuh perjuangan keras untuk melakukan semua ini. Untuk anda yang terlanjur memandang bahagia itu adalah dari uang yang banyak, butuh usaha yang sungguh-sungguh untuk merubah sudut pandang anda.
Nah, agar bahagia selalu kita rasakan, coba lakukan beberapa aktivitas di bawah ini:
1. Selalu usahakan untuk bergaul dengan orang positif. Sebab ada sebuah hadist Rosulullah saw yang mengatakan dengan terjemahan bebasnya seperti ini: "Berteman dengan pandai besi maka kita akan kecipratan panasnya, berteman dengan penjual parfum maka kita akan kecipratan wanginya." Teman sangat besar pengaruhnya bagi kita. "Ah, yang penting saya tidak terpengaruh" mungkin bisa saja anda berpikir seperti itu. Suka tidak suka, sadar tidak sadar setiap gerak dan pola pikir teman disekitar kita sedikit banyak akan mempengaruhi cara berfikir kita. Berhati-hatilah dan seriuslah mencari teman dekat dan teman diskusi. Seorang peneliti mengatakan, di dalam tubuh kita ada sebuah enzim yang disebut enzim mirror, yang bekerja untuk meniru apa saja yang terjadi disekitar kita, tanpa kita sadari. Nah, masih berani menyangkal bahwa anda tidak akan terpengaruh dengan teman? Berhati-hatilah. Ingin mendapatkan kebahagiaan maka carilah selalu teman yang selalu terlihat bahagia meskipun tidak punya harta atau rumah yang mewah. Lihat dari cara bertutur katanya, biasanya orang seperti ini selalu memandang sesuatu dari sudut pandang positif.
2. Jangan berhenti mencari ilmu. Manusia itu sama halnya seperti handphone yang selalu butuh di isi. Banyak melakukan aktifitas, bertemu bermacam karakter manusia, menghadapi berbagai masalah yang berbeda, bisa dipastikan membutuhkan amunisi jiwa yang selalu prima. Agar segala aktivitas yang kita lakukan tidak berefek pada buruknya sudut pandang kita terhadap sesuatu, selalu sempatkan mendengar nasihat yang baik, baca buku, mengikuti seminar atau training-training yang bermanfaat. Agar setiap menghadapi masalah, kita telah punya sikap dan pegangan harus melakukan apa. Tidak mudah larut dengan apapun yang terjadi.
3. Selalu mendekatkan diri pada Allah swt. Karena memang benar cara kita menyembah Allah akan berefek pada sikap kita sehari-hari. Kalau benar sholat yang kita lakukan, insya Allah pasti akan berefek pada tingkah laku kita. Kalau ikhlas puasa, infaq dan sodaqoh kita pasti akan memberikan efek positif pada jiwa kita. Maka lakukanlah selalu upaya mendekatkan diri pada Allah, dengan selalu menjaga keikhlasannya. Bila perlu lakukan sedekah ekstrim diam-diam transfer sekian juta untuk panti asuhan misalnya.
Setelah tiga aktifitas ini kita lakukan, tidak ada salahnya anda juga melakukan hal-hal di bawah ini:
1. Sambut pagi dengan senyuman. Berikan senyum pada orang disekitar anda, meski orang tersebut tidak mau menyambut senyuman anda biar saja. Tetap saja tersenyum padanya, karena efek dari senyuman itu akan menghasilkan hormon yang mendatangkan rasa tenang dan damai. Kalau anda tenang dan damai bukankah artinya anda akan bahagia. Jangan menunggu suasana ceria untuk mendapatkan bahagia, ciptakan saja bahagia maka dunia akan ceria dimata anda.
2. Jangan terburu-buru. Sikap terburu-buru ini akan membuat kita mudah panik dan emosional. Tetap tenang meski apapun yang terjadi. Anda tidak akan mendapatkan intan berlian bila anda tidak ditakdirkan mendapatkannya. Allah hanya memerintahkan kita berkhtiar semaksimal mungkin untuk mencapai apa yang kita tuju, maksimal bukan berarti terburu-buru. Tetap tenang tapi tetap laksanakan. Bila anda kesulitan melakukan ini cobalah menarik nafas beberapa detik bila anda merasa sedang terburu-buru dan panik.
3. Sesekali lihat disekitar anda, apakah ada orang yang membutuhkan bantuan? Berikan bantuan bila ada yang memerlukan. Berbagi apa saja dan tunjukkan bahwa anda ada di dunia ini meski hanya dengan semangkuk sup untuk tetangga.
Sebenarnya masih banyak tips sederhana yang bisa anda lakukan. Untuk kali ini silahkan praktekan terlebih dahulu tips di atas. Dan rasakan kebahagiaan akan datang menghampiri anda, tanpa anda sadari. Meski tanpa harta berlimpah dan rumah yang mewah anda bisa tidur nyenyak layaknya Amirul Mukminin Umar bin Khattab. Karena bahagia itu letaknya di hati bukan pada emas berlian. Selamat mencoba.

Playtech Online Casino Online - Kadang Pintar
BalasHapusPlaytech 온카지노 Online febcasino Casino online is 메리트카지노총판 the first online casino in the South African industry to accept PayPal payments. This means that you can withdraw your