Sudahkah Kita Berikan Diri kita Untuk Anak?
"Tidak ada yang bisa menggantikan peran orang tua, tidak buku terbaik, tidak mainan, tidak tayangan televisi, atau komputer terbaik sekalipun, semua benda itu hanya bernilai saat digunakan bersama anak anda. Ikut serta dalam kegiatan anak, sama artinya dengan mengatakan padanya bahwa ia penting. Dengan begitu anak akan mengembangkan kepercayaan yang kokoh pada kemampuan dirinya, serta rasa menghormati diri sendiri." (Shakuntala Devi, Jenius Matematika dalam Guinness book of records)
Saya pernah menawarkan mainan Edukasi pada seorang ibu. Lalu dia bertanya "mainan ini harus didampingi ya mainnya?" saya bingung mau jawab apa, jujur disatu sisi saya ingin agar manfaat mainan ini bisa dirasakan anaknya, lalu jiwa marketing saya bicara "bisa didampingi bisa main sendiri bun." jawab saya diplomatis. "Saya pengen ada mainan yang bisa dimainkan tanpa didampingi, karena saya ga punya waktu untuk mendampinginya main" jawab si ibu muda itu membuat jantung saya berdegub. Deg! Saya sedih sekali mendengar jawaban ini. Saya tidak sedang menyalahkan wanita karier yang bekerja di luar rumah ya, saya juga tahu bahwa ada pos-pos karir yang memang wanitalah yang pantas mengisinya.
Sesibuk apapun kita berkarir diluar sana, apakah sampai tidak punya waktu mendampingi anak bermain meski hanya lima belas menit dalam sehari? Kalau tidak bisa lima belas menit sehari tidak adakah waktu satu jam dalam seminggu? Saya sendiri tidak bisa menjawab karena saya tidak pernah kerja dari pagi sampai sore.
Banyak alasan seorang perempuan yang memilih berkarir di rumah. Ada yang beralasan karena memang tuntutan ekonomi, suami yang tidak bekerja atau orang tua yang tidak mengizinkan karena sudah punya karir yang bagus atau karena sudah pns, atau karena sudah terlanjur punya pendidikan yang tinggi dan sayang kalau tidak diaplikasikan. Apapun itu alasannya kita sendiri yang paling tahu. Saya tidak sedang menghakimi bahwa wanita yang berkarir di luar rumah itu salah. Saya hanya heran, apakah dengan kesibukan yang tinggi di luar sana sampai tak punya waktu barang sejam, untuk memberikan diri kita mendampingi anak bermain di rumah?
Yang lebih parah lagi bila kita hanya ibu rumah tangga, tapi malah tidak pernah mendampingi anak bermain dan membacakan buku. Karena merasa 'ah kan selalu bersama' padahal bersama dan membersamai itu dua kata yang berbeda. Kita bisa saja ada dalam satu ruangan dengan anak, tapi kita tidak memberikan diri kita untuk anak.
Karena memang tak akan mampu menggantikan peran kita segala fasilitas yang dj berikan pada anak, sehebat dan semahal apapun fasilitas itu. Perlu kita ingat bahwa menyediakan Buku dan mainan Edukasi adalah alat untuk menyatukan, bukan menjadi alat untuk memisahkan anak dan orang tua. Semangat menyediakan buku dan mainan Edukasi harus diiringi juga dengan semangat membersamai anak. Agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang memiliki pribadi yang gemilang.
Bogor, 19 agustus 2017
Aynun ummu azka
#Pengingatdiri
#bonding
#Azkaedutoys
#Azkaedubooks

mantap bun.. terharu dengan para ibu yang memberi hak anak-anak dengan membersamainya bermain dan belajar.. barakallah bun
BalasHapusTerima kasih sudh mampir bunda, semoga kita terus berjuang menjadi ibu yg baik utk anak2 kita ya bun..
BalasHapus