Pentingnya Memahami Pasangan
Tahukah anda bahwa ada orang yang ga suka ngitung? paling ga suka ngurusin angka apalagi kalau angka yang berhubungan dengan uang. Ughh...menyiksa!!
Kalau ada uang maunya tinggal habisin ga usah lagi di hitung haha..
Apakah karakter ini salah??
Tahukah anda bahwa ada orang yang sukaaa menyendiri, dikasih tantangan untuk tampil di depan umum dia ogah.
Kalau bisa dia bekerja yang ga usah bertemu orang banyak.
Apakah karakter ini salah?
Tahukah Anda ada orang yang demeeen cari perhatian, gabung di grup manapun kalau bisa dia harus dikenal orang. Ngomongnya seperti dia yang memiliki ruangan, sok kenal sok dekat padahal baru aja detik itu ketemu.
Apakah karakter ini salah??
Setelah mengikuti Tallent Mapping yang dikembangkan oleh Abah Rama Royani beberapa hari yang lalu, ternyata masih banyak pola pikir kita yang salah dan harus dirubah.
Saat melihat suami yang suka ngurusin hal yang detail, diam, suka berfikir dan menyendiri, ternyata disitulah kekhasan dia. Bukan berarti dia ga gaul dan ga ngerti perasaan istri, karena memang Allah telah anugerahkan karakter yang paling cocok untuk tugasnya yang suka mendalami sebuah ilmu.
Saat melihat istrinya yang doyan ngomong, ga suka ngitung angka, suka kesana kemari dan ngobrol sok akrab pada siapapun, ternyata disinilah kekhasa istri. Bukan berarti istri sok tenar dan mau melakukan hal sia-sia. Karena memang Allah telah anugerahkan karakter yang paling cocok untuk tugasnya yang suka merangkai kata dan melayani orang lain.
Semua manusia memiliki karakter yang berbeda dan unik. Keunikan ini sebenarnya bukan kesalahan atau kelemahan, justru disitulah letak kekuatan kita. Disitulah Allah beri sinyal agar kita bisa melaksanakan tugas hidup kita masing-masing, sesuai dengan bakat yang telah Allah anugerahkan pada kita.
Karakter yang berbeda antara satu dengan yang lain, bukan untuk dibandingkan, bukan untuk melihat mana yang lebih hebat, bukan untuk memaksakan apa yang tak sesuai dengan kita. Tapi untuk melaksanakan tugas agar tercapai visi yang selaras dengan misi, dan bisa menggapai cita-cita yang selaras dengan tugas.
Kalau kita sudah saling memahami karakteristik masing-masing pasangan atau anak kita, sudah tidak perlu lagi mudah bertengkar, adu mulut dan main paksa untuk hal-hal yang kita memang tak selaras. Tapi malah justru saling mengalah dan memahami.
Istri bilang dalam hati "Oh iya aku tahu dia tidak suka ngumpul dikeramaian, baiklah aku tak akan paksakan dia untuk mengantarkanku ke Seminar"
Tapi suami juga bilang dalam hati "Aku tahu istriku memang suka keramaian, demi menyenangkan istri tidak apa-apa deh aku antar, walaupun nantinya itu akan sangat membosankan bagiku"
Masya Allah...beginilah indahnya bila suami istri sudah saling memahami satu sama lain.
Semoga kita mampu mengenali diri kita, memahami pasangan dan anak kita, agar tak ada lagi pemaksaan apa yang kita sukai harus juga disukai pasangan atau anak kita.
Mengenal lalu saling memahami maka bahagia..
Bogor, 18 Des 2017
Referensi:
-Buku Talents Mapping Abah Rama Royani
-Seminar Talents Mapping oleh M.Firman (Praktisi TM)

Komentar
Posting Komentar