Ketika Harus meninggalkan Anak Di rumah



Kalau orangtua harus keluar rumah untuk acara yang penting, bagaimana ya caranya agar anak mau di tinggal? Dalam kondisi tertentu dan waktu yang tidak cukup lama, ternyata ada juga manfaatnya anak di tinggal di rumah. Untuk melihat sejauh mana dia mampu melakukan tanggung jawabnya sebagai individu, yang tidak selalu bergantung dan diintervensi orang tua.

Pagi tadi secara bersamaan saya dan suami harus keluar rumah. Kami punya kesibukan masing-masing, saya diminta ngisi kajian parenting dan suami harus presentasi tugas kuliah. Kami harus tinggalkan dua orang anak. Anak yang umur 4,5tahun (Athaya) belum mandi dan yang umur 8tahun (Azka) demam. Tiba-tiba saja subuh tadi Azka lemas, dan ternyata badannya panas.

Mau di batalin acaranya ga mungkin karena sudah oke dari kemarin. Kalau suami yang batal, ini lebih ga mungkin, karena akan memperlama kuliahnya selesai. Mau bawa Athaya kasihan Azka yang tinggal sendiri. Mau di bawa keduanya kasian Azka yang lagi demam.

Maka satu-satunya jalan adalah memohon pada Allah agar Azka dan Athaya rela membiarkan orangtuanya pergi.

Alhamdulillah...mereka pun rela.

Untuk regulasi selama tinggal di rumah tanpa ada orang tua atau orang dewasa, jauh-jauh hari kami memang sudah sampaikan pada anak-anak. Seperti tidak menerima tamu yang tidak dikenal. Tidak menyalakan kompor. Tidak melakukan perbuatan yang buruk. Adik harus patuh pada kakak, kakak harus menyayangi adik. Walaupun ayah dan Ummi tidak melihat, ada Allah yang selalu menjaga dan melihat kita.

Selesai acara saya langsung pulang, sampai depan pintu rumah di sambut Athaya yang sudah wangi dan rapi. Tadi pagi saya sudah ingatkan untuk mandi tapi nggak mau, ya sudahlah. Ternyata dia sendiri yang memutuskan untuk mandi karena katanya dia merasa gerah dan bau. Padahal biasanya dengan alasan gerah dan bau kadang dia ga mau juga mandi. Ini dengan sukarela dia mau mandi sendiri. Prestasi luar biasa bagi saya.

Setelah masuk ke rumah, Azka keluar dari kamar dengan wajah tidak selemas pagi tadi, eeeh... ternyata dia sudah minum Paracetamol. Padahal biasanya minum obat itu susahnya minta ampun.

Masya Allah...

Ternyata anak-anak itu akan mengeluarkan kemampuannya kalau kita beri kepercayaan. Asal sebelumnya kita sudah ajak diskusi, ngobrol dari hati ke hati maka anak akan mudah diajak untuk mengerti dan mudah diajak kerjasama.

Karena di rumah tidak ada tv dan hp hanya milik ayah ummi, otomatis mereka hanya main dengan apa yang ada di rumah dan baca buku.

Alhamdulillah... ternyata kalau kita mau memberi kepercayaan pada anak maka anakpun akan paham tugas dan perannya masing-masing, dan tentu saja jangan lupa selalu meminta pertolongan pada Allah agar dimudahkan segala urusan kita.

Semoga tetap Istiqomah dalam kebaikan. Karena satu kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lain.

#CatatanAynun
#15des2017
#Day2
#IIPBogor
#ODOPPrematrik
#Menulismengikatmakna


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Ajaib

Uang Dan Kasih Sayang

MINTA DIMENGERTI ATAU MAU MENGERTI