CARA MUDAH TINGKATKAN PERCAYA DIRI PADA ANAK
Sebagai orangtua apa yang harus kita lakukan agar anak memiliki rasa percaya diri? Bisa dipastikan setiap orangtua pasti ingin memiliki anak yang percaya diri, betul tidak? Karena terbukti hanya dengan percaya diri yang tinggilah setiap potensi manusia bisa keluar dengan maksimal. Betapa banyak orang yang krisis percaya diri membuat karirnya mandeg bahkan sulit mendapat pekerjaan. Modal utama dalam dunia kerja adalah percaya diri. Anak yang memiliki percaya diri yang tinggi biasanya akan berani mengeluarkan potensinya. Sebaliknya anak yang tidak memiliki percaya diri malah cendrung seperti tidak memiliki potensi, padahal yang ada hanyalah potensi yang tertutupi oleh krisis percaya diri.
Lalu kapan kita bisa melatih anak agar memiliki percaya diri? Ternyata ini bisa kita lakukan semenjak anak berusia 0 bulan bahkan semenjak dalam kandungan. Kok bisa? Ya bisa. Salah satu hal yang paling penting agar anak tumbuh menjadi manusia yang memiliki percaya diri dimulai dari rasa nyaman yang di dapatkan dari lingkungan terdekat. Siapa lagi kalau bukan orangtua. Orangtua lah yang pertama kali menanamkan nilai-nilai dalam diri anak agar kelak anak tumbuh menjadi manusia yang sesuai dengan harapan. Salah satu hal yang paling krusial adalah kedekatan antara orangtua dan anak. Betapa banyak kita temui anak-anak yang tidak memiliki percaya diri ternyata berawal dari orangtua yang kurang penerimaan pada anak. Kedekatan antara orangtua dan anak tidak hanya dekat secara fisik tapi lebih pada kedekatan emosional atau psikologis. Ini harus dibangun sedari anak masih kecil. Ternyata menjalin kedekatan antara orangtua dan anak itu sama pentingnya seperti makan sayur dan buah bagi tubuh. Tanpa sayur dan buah yang berfungsi sebagai zat pengatur pada tubuh maka makanan lain yang awalnya penting menjadi kurang manfaatnya karena tidak ada zat yang mengatur. Begitu juga dengan kedekatan antara orangtua dan anak. Nah, kedekatan ini bisa tetap kita perkuat hingga anak usia sekolah hingga dia menemukan jati dirinya kelak.
Begitu besarnya fungsi kedekatan ini untuk percaya diri anak sebenarnya berawal dari nilai-nilai yang tertransformasi dalam diri anak, karena anak yang sudah merasa dekat dengan orangtua biasanya akan mendapatkan hal di bawah ini;
1. Terbangunnya kemampuan berpikir logis.
2. Pembentukan kata hati (hati nurani).
3. Kemampuan mengatasi stres dan frustrasi.
4. Bisa mengandalkan diri sendiri.
5. Terbentuknya hubungan relasional.
Pemenuhan kelima hal di atas hanya bisa dilakukan apabila ada kedekatan antara orang tua dengan anaknya semenjak anak masih bayi.
Tapi kemudian ada orangtua yang bertanya, aduh anak saya sudah besar nih, bagaimana cara saya memperbaiki keadaan yang sudah terlanjur terjadi? Kalau sudah besar kan tidak bisa di timang-timang lagi, kan tidak bisa di kasih ASI lagi bagaimana menjalin kedekatannya? tenang saja, ternyata agar anak merasa dekat dengan kita orangtuanya tidak harus kita belikan emas berlian, baju yang mahal, smartphone terkini, kamar set yang mahal, atau jalan-jalan keluar negri lho, kita bisa melakukannya dengan cara sederhana dan bisa saja tanpa modal. Dengan syarat, anda bersedia melakukannya.
Apa itu? Kita beri nama metode ini permainan bersama keluarga. Biasanya permainan bersama keluarga ini sering dianggap sepele dan sebelah mata sama orangtua terutama ayah. Karena kita sebagai orangtua harus dituntut benar-benar bermain bersama anak. Bukan hanya menemani lho. Tapi ini benar-benar terjun sebagai bagian dari permainan. Apakah ini terlihat seperti merendahkan anda? Apa lagi kalau anda adalah seorang ayah yang katakanlah direktur tertinggi di sebuah perusahaan. Karena dalam permainan ini kita harus menganggap diri kita anak-anak layaknya mereka. Dan banyak orangtua biasanya gengsi berperan seperti anak-anak. Apa lagi yang namanya bapak-bapak. Tapi apapun alasan anda untuk menolak melakukan permainan bersama keluarga, anda cukup menanamkan pada diri anda bahwa kita ingin memiliki anak yang kokoh jiwanya yang mamiliki rasa percaya diri agar tumbuh menjadi manusia yang bermartabat yang kelak akan berguna bagi masa depannya.
Saya akan berikan beberapa permainan yang bisa di contoh yang permainan pernah kami lakukan bersama-sama di rumah, dan tentu saja anda pun bebas menentukan jenis permaian yang paling sesuai untuk keluarga ini.
1. Permainan guru dan murid
Salah satu anak yang berperan sebagai guru yang lainnya menjadi murid. Sebagai orangtua kita tidak boleh merasa paling pintar, pokoknya harus serius, pura-pura tidak tahu dan patuh pada perintah guru. Mesikpun guru anda adalah anak yang berusia 2 tahun.
2. Main karpet ular tangga
Permainan ini seperti permainan ular tangga biasa tapi ini bedanya dilakukan di atas karpet, anda bisa mencetak sendiri atau membelinya. Anak-anak biasanya akan sangat senang kalau kita orangtuanya mau berlompat-lompatan seperti mereka, mengikuti semua petunjuk permainan, bergiliran menunggu jatah melempar dadu dan menyelesaikan permainan ini sampai finis tanpa anda di sibukkan memikirkan pekerjaan anda. Totallah bermain bersama mereka, karena wajah anda yang menyiratkan beban pekerjaan biasanya mudah dideteksi oleh anak, maka buang jauh-jauhlah dulu beban kerja itu.
3. Main siram-siraman air atau mandi hujan bareng
Ini bisa kita lakukan di sela-sela menyuci motor, mobil atau nyuci karpet di halaman rumah. Melibatkan anak pada pekerjaan orang dewasa biasanya ini sangat seru bagi anak-anak. Mereka bukan saja merasa sangat penting bagi anda, tapi anak juga merasa baginya anda sangat berarti. Atau sesekali mandi hujanlah bersama anak-anak anda di halaman rumah. Bila tetangga melihat anda sedikit aneh, biarkan saja. Toh andalah yang paling bertanggung jawab pada anak-anak anda bukan mereka.
4. Pertunjukan bakat.
Sebenarnya tidak perlu panggung nyata hanya untuk melihat bakat anak, panggung-panggungan yang kita ciptakan sendiri di rumah seperti kursi atau meja yang kita sulap jadi panggung dan kita menjadi penonton, ini pun sebenarnya sudah sangat besar manfaatnya bagi anak. Kita bisa meminta anak untuk menunjukkan bakatnya, baik itu hafalan quran, lagu anak-anak, tarian atau apa saja yang bisa anak-anak lakukan di atas panggung untuk kita lihat dan apresiasi dengan tepuk tangan yang antusias.
5. Main petak umpet
Sebagaimana petak umpet yang biasa dilakukan anak-anak kita pun boleh melakukannya bersama mereka. Lakukan saja dengan riang dan gembira, nikmati kebersamaan dengan anak-anak. Berusahalah betul-betul mencari tempat persembunyian yang sulit di temukan agar anda terlihat benar-benar bermain.
6. Permainan boardgame berburu buku
Ini memang mainnya hanya duduk tapi seru karena bisa melibatkan banyak pemain. Kita bisa ikut serta sebagai pemain dan taat pada aturan permainan. Permainan ini kami beli di Gian mandiri. Untuk lebih jelasnya anda bisa searching di internet.
7. Masak bersama
Meskipun ini masak sungguhan tapi bagi anak-anak bisa menjadi hal yang menyenangkan karena seperti sebuah permainan. Biarkan anak yang mencari resepnya dan kita belanja bersama kemudian terjun ke dapur bersam-sama. Menyantap makanan yang di masak bersama rasanya lebih nikmat daripada makan di restoran mahal, buktikan saja!
Masih banyak permainan lain yang bisa kita ciptakan sendiri di rumah, yang jelas sediakan waktu minimal sekali seminggu untuk bermain bersama anak yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Dan akhir pekan tidak harus jalan-jalan ke mall lagi kan..
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan kalau ingin bermain bersama keluarga:
1. Beri batasan waktu.
Selain melatih disiplin, batasan waktu ini penting agar kita bisa mengelola waktu dengan tepat dan tidak mengganggu pekerjaan yang harus kita selesaikan.
2. Tidak harus selalu membiarkan anak-anak menang
Tujuannya agar mengajarkan mereka untuk bersifat kompetitif dan selalu berusaha menang. Anda juga mengajari mereka bagaimana menerima kekalahan.
3. Biarkan anak memilih permainannya sendiri
Sementara Anda ingin memilih jenis permainan yang mendidik, biarkan juga mereka memilih jenis permainan dan biarkan mereka memimpin permainannya.
4. Ketika bermain dengan anak-anak, jangan bertindak seperti orang tua.
Anak-anak tidak terlalu senang bila anda selalu menjadi ‘bos’ untuk mereka. Biarkan mereka berkreasi dan memimpin permainannya sendiri. Kita membimbing dan mengarahkannya ‘dari belakang’.
5. Ungkapan rasa sayang tanpa perlu ucapan
Bermain dengan anak-anak adalah salah satu cara yang paling jitu untuk menunjukkan bahwa kita sangat menyayangi mereka, meski tidak anda ungkapkan.
6. Yang paling terpenting adalah hadirkan jiwa anda saat bermain bersama mereka.
Oke, selamat bermain...nikmati permainan bersama anak-anak seperti anda menikmati pertemuan bersama rekan-rekan anda, karena anak-anak adalah masa depan anda.
tulisannya sangat bermanfaat, makasih mbak
BalasHapusalhamdulillah...makasih sudah mampir mba widaaya
Hapus