MENGATASI ANAK MALAS MANDI
Athaya sudah 3,6 tahun sekarang, hampir setahun ini susaaaah sekali di suruh mandi. Beda dengan kakaknya Azka, dengan reward board dia semangat mandi pagi. Tapi untuk Athaya dengan reward board pun tak mempan, sudah beberapa metode saya lakukan agar dia rajin mandi tetaaap belum berhasil.
Pakai Rewardboard tidak mempan, bawa mainan sambil mandi tidak mempan, mandi sambil berendam juga tidak mempan,nonton film tentang anak yg malas mandi, cerita kuman di badan, tetap juga tak mempan. Pakai iming-iming apapun udah di lakukan dari beli es krim, buat martabak, jalan-jalan asal mau mandi, memang akhirnya mandi tapi besoknya kambuh lagi ga mau mandi kalau iming-iming tidak ada. Ga mungkin pakai iming-iming terus, pikir saya. Hhhmmm... Saya ingin dia mau mandi dengan kesadaran sendiri. Ya Allah tolong bantu saya...
Sebelum jam 8 standar pagi mestinya sudah kelar, dari sholat subuh, sarapan, beres-beres rumah dan mandi pagi. Karena Athaya belum juga mandi jadwal sering molor. Kalau sudah molor biasanya jadi pemicu stress.
Akhirnya saya dan suami evaluasi, apa penyebab Athaya malas mandi. Padahal dulu Athaya paling rajin mandi pagi. Pertama saya lihat dulu diri saya, apakah penyebabnya dari saya? hiks saya memang suka menunda mandi pagi, sampai anak-anak beres semua barulah saya mandi(ini sebenarnya penyakit lama yang syusah benner ilangnya haha). Tapi kalau memang karena itu kenapa dulu dia pernah rajin mandi sekarang nggak. Saya pun berusaha mandi terlebih dulu tujuannya agar memberi tauladan. Aiihh ternyata tetap nggak mempan.
Saya berfikir lagi...
Cling! Saya ingat, sepertinya Athaya pernah trauma karena pernah di guyur paksa padahal dia merasa kedinginan, dulu waktu di Padang.
Setiap hari saya berfikir bagaimana caranya agar Athaya mau mandi tanpa paksaan dan inisiatif tanpa di suruh. Sepertinya saya harus pasang jurus baru, tidak lagi meminta atau mengingatkan tapi saya hanya menanyakan kapan dia siap untuk mandi. Kedengarannya sih gampaaaang...tapi prakteknya huwaaaaa.....butuh kesabaran EKSTRA ternyata.
Beberapa hari yang lalu ide itu muncul (kelamaan ini ya...dasar emak dodol bin ngeyel, bukannya nyari pendapat orang dari dulu!)
🙈
Saya bertanya pada Athaya "dedek mau mandi ga?" "Nggak!" Jawabnya cepat. Padahal kemarin sore juga nggak mandi. Aihh....emak elus dada, jam masih menunjukkan pukul 7 pagi. "Trus kapan dedek mau mandi?" Lanjutku "nanti,abis menggambar" maka kubiarkan dia menggambar, kadang gambarnya ditinggal karena diselingi ke sana ke mari nemani kakaknya atau melihat kakaknya belajar. Kumotivasi dia untuk menyelesaikan gambarnya. Entah sudah berapa helai kertas yang habis karena menggambar adalah kegiatan yang tak membosankan bagi dia.
Akhirnyaa...Kulihat dia sudah selesai gambar, jam sudah menunjukkan pukul 9 "Adek udah selesai gambarnya?katanya tadi abis gambar mau mandikan?" Tanyaku hati-hati. "Kak athiya ngantuk!" Jawabnya sambil memasang muka lemas dan bergerak ke kamar. "Ya iyalah ngantuk,namanya juga belum mandi, kalau udah mandi pasti segar" uhhh kata-kataku tak di gubris. Dia tetap berlalu ke kamar."nanti abis tidur dedek mau mandi?" Belum dia jawab dia sudah peluk guling daaan terlelap! Fiuhh...
Emak tarik nafas, mencium bau kecutnya sebenarnya udah ga tahan hati mau mengguyurnya langsung. Sabaaar sabaaar...sambil elus dada.
Jam 11.30 Athaya bangun. Lapar katanya. Emak untungnya masih punya stok sabar. Belum nanya tentang mandi. Selesai makan,kuberanikan lagi untuk pelan-pelan membicarakan kesiapannya "nanti kalau dedek udah mau mandi kasih tau ummi ya!" Dia pun mengangguk senang karena diberi kesempatan untuk memberi keputusan.
kami beraktifitas seperti biasa. Sesekali kusenggol-senggol juga perihal mandi. Qodarullah sudah mau ashar dan dia tetaap tak ada inisiatif mau mandi. Hu u u...apakah Athaya ga mau mandi juga sampai besok?? Tak mungkin ya Allah...aku menghibur diri. Kubaca-baca buku parenting agar langkahku kuat untuk bersabar.
Entah bagaimana mulanya tiba-tiba Athaya berdiri dan tersenyum "Mi, mandi.." aku sontak gembira "iya nak?? Ayo kita ke kamar mandi" kataku cepat khawatir dia berubah fikiran haha...sebentar lagi azan ashar berkumandang waktu itu. "Alhamdulillah akhirnya anak ummi mau mandi inisiatif sendiri,hebat!" Kataku sambil memeluknya erat. Kuhadiahi dia satu stik di papan reward yang udah lama tak pernah berisi.
Masya Allah benarlah kesabaran itu buahnya manis, keesokan harinya dengan pertanyaan "dedek kapan mandinya?" langsung cepat di jawab "kak Athiya mau mandi sekarang mi!"
Duh...ya Allah...betapa sering kita memaksakan kehendak kita sendiri tanpa mendengar pendapat anak. Alih-alih memudahkan tapi malah membuat keadaan semakin runyam.
Saya berdoa semoga Athaya tumbuh menjadi anak yg tau berinisiatif,bukan hanya mandi tapi dalam segala kebaikan...aamiin....
Hhhh...menjadi orangtua itu memang berat,tapi entah kenapa tak ada mata kuliah keorangtuaan. Kita dituntut untuk harus terus belajar dan belajar..dari setiap kedaan...
Komentar
Posting Komentar