TIPS MEMAHAMI ANAK
Oleh :Nur aynun
Ayah bunda...biasanya apa yg kita lakukan saat anak ngamuk,nangis jerit atau tantrum?
Kalau lagi panik dikejar-kejar kerjaan (padahal mah cuma perasaan aja ini ya) saya yg otak reptilnya masih sering aktif ini langsung saja senewen..tegang..dan pengen ngamuk juga..
"Udah..diaaam! Bunda juga pusing ini!! Tolong ngerti dong nak!! Kerjaan bunda masih banyak,kamu malah rewel!!" Pengen rasanya teriak begini,sambil banting-banting benda apapun yg ada di depan hehe..
Atau paling banter bilang gini,pura-pura emosi stabil,senyum di paksa-paksain,kata-kata dilembut-lembutin, ceritanya belajar menghandle perasaan biar ga keluar kata kasar "Diam ya nak...diam ya sayang...bunda capek, kenapa sih kamu ga mau ngerti dgn kondisi bunda?" sambil mata berkaca-kaca suara lembuuut kayak sutra. Yg terjadi adalah...anak dan bunda sama-sama nangis hahaha....
Fiuuh! Capek ya bun punya anak kecil, apalagi anak mepet dengan balita 3orang hwaaa kalau semua pada kompak ngamuk rasanya pengen deh tenggelam dulu ke bumi trus balik lagi saat anak-anak sudah pada kalem dan senyum manis semua.. hihi..
Kenapa ya anak balita itu saat ngamuk maunya menang sendiri, keras kepala, susah di bilangin, daaan buat kita mau pecah kepala.
Padahal kalaulah kita tahu ilmunya, kita mungkin tidak akan memaksa anak masuk ke dunia kita, tapi semestinya kitalah yg masuk ke dunia anak. Kalau kita mau masuk ke dunia anak kita akan lihat bahwa sebenarnya kitalah 'anak-anak 'yg berbadan orang dewasa.
Kita ingin anak tahu mau kita. Kita ingin anak mengerti masalah psikologis kita. Kita ingin anak mengalah dengan keadaan kita. Kita ingin anak sesuai dengan pikiran kita. Sebenarnya yg mau di asuh ini kita apa anak?hehe..
Padahal kalaulah kita tahu fase perkembangan otak manusia,kita mungkin akan malu sendiri dan menertawakan diri sendiri. Kita menginginkan anak-anak memahami apa mau kita padahal ada kebutuhan otak anak yang harus kita pahami agar kita tetap tenang saat anak sedang ngamuk.
Ada tiga bagian otak manusia (cara paling sederhana mempelajari bagian otak) yg ketiganya beda fungsinya, otak reptil, otak mamalia (Sistem limbik) dan neokorteks. Saya akan jelaskan sebatas yg saya pahami ya..boleh dikoreksi kalau ada yg salah.
Tahu reptil bun? Reptil itu biasanya kan kalau udah lahir langsung terpisah dari induknya, Dia akan mengupayakan hidupnya sendiri, prinsip hidupnya adalah 'Menyerang atau lari' bila ada yg menganggu stabilitas hidupnya. Kenapa disebut otak reptil mungkin karena prinsip kerjanya hampir sama seperti reptil. Tugasnya berkaitan dengan pertahanan hidup. Ini bagian otak manusia yg pertama kali berkembang, bila ada yg membuatnya takut dan stress otak ini langsung aktif. Bila kebutuhan fisiknya terpenuhi anak akan tenang. Kalau bayi lapar nangis,bayi ngantuk nangis,mau apa saja nangis. Ya begitu..karena yg aktif masih otak reptilnya. Jadi bila kita salah dalam menyikapi fase perkembangan otak reptil ini, akan salah terus sampai anak dewasa. Kalau sampai dewasa masih suka ngamuk tidak jelas, mungkin otak reptilnya yg sering aktif dan tidak terpuaskan sewaktu masih kecil. Bila dari kecil otak ini sering menyala dan aktif, misal karena anak sedang lapar,ketakutan atau stress menghadapi suasana baru tapi selalu kita balas dengan marah bahkan bentakan,maka sampai besar otak ini akan aktif terus.
*ternyata kita juga masih aktif otak reptilnya
😤
*ternyata kita juga masih aktif otak reptilnya
Tahu mamalia bun? Mamalia itu sangat tergantung pada induknya, dia tidak bisa hidup tanpa air susu ibu, pelukan hangat ibu dan belaian sayang ibu. Dia butuh dukungan dan kebutuhan emosinya untuk membuatnya nyaman. Senyuman,pelukan, belaian,kasih sayang,perhatian, dan penerimaan akan mengaktifkan bagian otak ini. Jadi kalau misal anak terjatuh, kita bukan malah balas dengan marah atau memintanya cepat diam sambil komentar "udah diam! Cuma sakit dikit aja cengeng amat sih kamu!" Atau "udah jangan nangis terus, malu tuh diliatin orang, udah besar jatuh dikit aja nangis" lebih baik kita katakan "sakit ya nak?sini bunda lihat lukanya..kita obati ya.." tapi jangan terlalu lebay dengan bilang " waah sakit ya nak, batunya jahat ya? jadi buat kamu jatuh ya?"Sambil mengangkatnya dengan wajah cemas dan memukul-mukul batu yg membuatnya jatuh. Padahal anak hanya butuh dukungan dan penerimaan emosinya saja. Tapi kita yg sering salah menyikapinya,hingga akhirnya sampai besar anak tidak tahu mengelola emosinya dengan tepat.
Nah,bagian otak yang terakhir berkembang adalah neo korteks, inilah bagian otak yang membedakan manusia dari binatang-binatang lain. Dengan neokorteks, manusia bisa memilih bahasa yg baik, menganalisa sesuatu, mampu berfikir kreatif, berkembangan kesadarannya, serta mampu berempati.
Bagian otak ini akan berkembang lebih pesat ketika kebutuhan otak reptil dan otak mamalianya telah dicukupi. Kalau otak reptil dan mamalia tidak tercukupi kebutuhannya sampai besar akan mencari-cari terus(yuk kita pelajari lebih jauh tentang otak).
Makanya kita suka lihat kan ada anak yg suka cari perhatian terus ke orang lain,lebih parah lagi kalau sudah remaja mudah sekali jatuh cinta kalau ada yg perhatian ke dia. Kita akan mudah paham mengapa dia begitu.
Jadi kalau suatu waktu kita melihat ada anak yg terlihat lebih dewasa dari anak lainnya, matang secara psikologis, bijak dalam menyikapi masalah, bisa dipastikan karena anak tersebut sudah tercukupi kebutuhan otak reptil dan otak mamalianya (rasa aman dan cinta yg cukup dari kedua orangtuanya). Pun sebaliknya saat kita lihat ada anak yg susah sekali dikasih nasehat baik tapi langsung patuh sama orang yg berhasil membuatnya nyaman bisa dipastikan ada kebutuhan otaknya yg tidak tercukupi sewaktu kecil.
Hhhmm...ternyata banyak ilmu yg harus kita pelajari ya agar kita tidah salah jalan dalam meniti karir menjadi orangtua, apalagi bila kita masuk dalam kategori belum tercukupi kebutuhan otak reptil dan mamalianya sewaktu kecil. Kita butuh belajar belajar dan belajar terus..sambil berdoa berdoa dan berdoa terus..
Semoga setelah membaca tulisan ini tak ada lagi bentakan dirumah kita ya Ayah bunda...aamiin ya Allah..
Jkt-Bogor,1-2 jan 2017
Nur aynun
Nur aynun

Komentar
Posting Komentar