KARENA MEREKA ANAK KITA JUGA
Oleh: Nur aynun
Ada apa gerangan?
Melihat anak-anak remaja segerombolan berdiri di tepi jalan raya Ciampea. Beberapa waktu yang lalu. Kalau bukan karena derasnya arus jalan raya ingin rasanya menghampiri, dalam hati sudah menyiapkan beberapa pertanyaan dan akan memotret beberapa klik. Tapi urung, lajunya arus lalu lintas dan posisi saya ditengah membuat keinginan itu hanya tinggal keinginan. Anak-anak remaja itu perlahan-lahan tertinggal dibelakang, sesekali mata ini masih melirik mereka. Apakah masih tetap disitu atau akan ke mana. Entahlah....
Masing-masing mereka memegang satu kotak yang terbuka dibagian atasnya. Sepertinya kotak bekas kardus indomie. Di depan kardus itu tertempel sehelai kertas hvs bertuliskan besar-besar. Hati ini berdesir. Masya Allah... Dari mana mereka? Dimana orangtua mereka? Apa cita-cita mereka? Untuk apa mereka melakukan itu? Mengapa harus sebanyak itu mereka turun ke jalan? Tidak adakah jalan lain selain melakukan itu? Berbagai pertanyaan bergelayut dalam benak tanpa bisa dicegah.
Ini adalah anak remaja yang terbanyak yang pernah saya saksikan, melakukan hal yang sama seperti yang pernah saya lihat di pom bensin, di tepi jalan raya, di persimpangan traffic light, dan di beberapa pasar modern dan pasar tradisional. Penampilan mereka yang sederhana dengan tangan memegang kotak yang ternganga atasnya, bertempel sehelai kertas hvs dengan tulisan besar - besar.
SUMBANGAN UNTUK YATIM PIATU
Rasulullah memang sangat mengapresiasi bagi siapa saja yang memelihara anak yatim, bahkan Rosulullah mengatakan jaraknya dan yang memelihara anak yatim seperti jari yang di dekatkan. Tapi mengapa mereka harus dididik meminta - minta? Dan kalau pun memang sudah tidak ada dana untuk makan mereka, mengapa tidak dididik saja berwirausaha? Ahh... Ya Allah mestinya tanpa meminta-minta pun semestinya kita lah yang bertanggung jawab pada mereka.
Ya Allah... Semoga Engkau lindungi mereka, anak-anak yatim itu dari segala siksa di dunia dan akhirat. Engkau tolong mereka atas keterbatasan mereka. Engkau beri mereka rizki, rahmat dan hidayah. Dan engkau berikan kemuliaan Islam pada jiwa jiwa mereka agar tak bergantung pada manusia yang hanya memanfaatkan mereka.
“Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.”
(QS ad-Dhuha [93] :9)
(QS ad-Dhuha [93] :9)
Semoga kelak Allah beri kita kemampuan untuk memelihara anak-anak yatim ..karena mereka adalah anak-anak kita juga.
Bogor, 9 april 2017
Komentar
Posting Komentar