SAYA BUKAN IBU YANG BAIK
Oleh: Nur aynun
Apakah menunggu sempurna baru menginspirasi orang lain melakukan kebaikan?
Al kisah.. Datanglah seorang laki-laki bermaksud mengadukan kehebohan istrinya di rumah pada Khalifah Umar bin khattab. Dan uniknya laki-laki ini batal mengetuk pintu Khalifah Umar karena mendengar kehebohan yang terjadi di rumah Khalifah. Istri seorang Khalifah sedang ngomel panjang lebar dan tidak terdengar suara Khalifah Umar membalas kehebohan istrinya. "wah istri Khalifah aja begitu, apalagi istriku" akhirnya laki-laki itu balik kanan.
Sering menulis tentang kebiasaan baik anak dirumah, membuat saya jadi ketakutan disalah pahami sama yang baca. Ketakutan dianggap telah sempurna mendidik anak, padahal aslinya saya lintang pukang di rumah. Ketakutan telah dianggap penyabar tidak pernah marah sama anak, padahal aslinya saya ini emosional. Saya ini pernah loh berantem sama Azka, yang berakhir pada nangis bersama.
Kalau pun saya menulis tentang yang baik-baik dari anak saya, itu semata-mata dalam rangka mengumpulkan hal-hal positif untuk melupakan hal negatif. Bukan berarti setiap hari di rumah ini adem ayem tentrem. Bukan berarti isi rumah ini selalu sempurna. Kenyataannya selalu ada kehebohan yang terjadi setiap harinya.
Di rumah Khalifah Umar saja yang sudah terjamin kesholeh/sholehaan seisi rumah, masih terjadi keributan apalagi dirumah kami ini hehehe...
Jadi saya hanya ingin memberi inspirasi tapi tanpa bermaksud membuka aib sendiri. Lah kalau menunjukkan kejelekan dan akhirnya di tiru banyak orang yang rugi siapa? Kan saya juga...
Jadi sebenarnya saya ini bukan ibu yang baik, tapi hanya mencoba terus belajar untuk menjadi baik. Dan sisi kemanusiaan saya yang memang selalu ada salah dan benarnya hanya bisa berdoa pada Allah "Allahummakhtimna bi husnil khotimaah" agar jiwa yang pemarah ini tidak Allah cabut dalam kondisi marah - marah. Karena doa adalah senjata andalan seorang muslim seperti kita.
Oleh karena itu jangan menunggu sempurna untuk menyebarkan kebaikan apapun yang kita punya. Ini kata guru spiritual saya. Karena memang tak ada yang sempurna di dunia ini, kesempurnaan hanya milik Allah, ya kan...
Satu kebaikan akan melahirkan kebaikan yang lain, begitu juga sebaliknya, satu keburukan akan melahirkan keburukan yang lain. Yuk ahh semangat menyebarkan kebaikan...
Bogor, 1 april 2017
Komentar
Posting Komentar