INGIN MENDAPAT KETENANGAN HIDUP?
Oleh: Nur aynun
Suatu hari seorang ibu muda mengeluh, sebutlah ibu A, dia ingin mendapatkan ketenangan hidup katanya. Dia ceritakan kerepotan hari hari nya sebagai ibu rumah tangga yang seperti tiada henti. Pekerjaan yang tidak ada habisnya itu membuat anak adalah sasaran empuk omelannya. Dia sebenarnya menyesal mengapa harus marah-marah pada anaknya yang sebenarnya tidak salah. Menyesal, marah lagi, menyesal, marah lagi. Begitu terus... Belum lagi bila suami menuntut aneh-aneh, hwaaaa seperti ingin tenggelam ke bumi sebentar, lalu muncul lagi saat semua keadaan sudah tenang.
Lain lagi cerita seorang wanita karir, sebut saja ibu B, dari pagi hingga sore kerja di kantor. Sebelum berangkat harus memikirkan rumah, pulang ke rumah sudah disambut anak-anak untuk minta bermain bersama, padahal letih sudah bersarang di tubuhnya.
Tapi Berbeda dengan ibu C, selain bekerja di kantor ibu ini juga aktif di sebuah organisasi sosial. Hidupnya seperti tidak ada masalah. Tenaaang terus.... Membuat ibu A dan B penasaran. Kebetulan mereka adalah tetangga.
"Ibu kelihatannya santai terus ya? Padahal kerja, aktif di organisasi juga, aku aja yang cuma di rumah rasanya rempooong... Ibu kok masih sempat - sempat nya aktif ke sana sini." kata ibu A pada ibu C.
"iya apa sih rahasianya? Padahal anak-anak ibu juga banyak, pinter-pinter juga" ibu B ikut menimpali. Mereka kebetulan bertemu saat sama-sama belanja sayuran di hari sabtu.
"Kan aku udah bilang dari dulu, makanya ikut ngaji, Insya Allah akan diberikan Allah keberkahan hidup."
"Aduuhh repot, Anak-anakku kan masih kecil, ntar deh kalau anak udah besar dikit, kerjaan masih menumpuk, mana harus ngantor, mana ngurus rumah, lagian sekarang di internet juga banyak kajian islam , ustadznya juga bagus-bagus, aku juga rutin ikut kajian Online di WA dan telegram, kayaknya itu udah cukup untuk emak rempong kayak aku Hehe.. " Ibu B langsung menyambar.
"Subhanallah.... Bagus banget bu... Begitu mudahnya sekarang kita dapat ilmu ya, sekali klik kita bisa langsung ketemu dan mendengar ceramah ustadz lewat sarana Internet. Di youtube juga telah bergelimpangan ceramah ustadz yang bisa di dengar secara rutin ya" ibu C tidak mematahkan semangat ibu B untuk mendengar kajian lewat internet.
"Wah aku kayaknya udah ga kepikiran denger ceramah di youtube, hp ku malah seringnya di pegang anakku, daripada dia ganggu aku beresin rumah hihi... Eh usul bagus juga tuh, kapan-kapan aku denger tausiah ustadz deh dari youtube, kalau pergi-pergi kayaknya aku juga belum sempet"
Ibu C hanya tersenyum. Tidak mungkin dia ceramah panjang lebar di sini. Waktu yang tidak tepat.
Ibu A dan B semakin sibuk ngobrol soal ustadz yang lagi trend di youtube. Mereka bahkan belum sempat memutuskan apa yang akan mereka beli. Ibu C sedang menghitung belanjaan dan pamit pulang duluan.
***
***
Benar juga ya, alhamdulillah sekarang Internet sangat memudahkan emak rempong seperti kita sehingga tetap bisa update dan upgrade ilmu meski hanya di rumah. Dan memang bisa dimaklumi betapa Sibuknya kita, tiap hari kita pontang panting ngurus rumah, mulai dari mandiin anak, lanjut masak, terus nyapu, ngepel, nyuci, nyetrika, nyuci piring, dan sebagainya dengan harapan setelah selesai rumah akan rapi dan bersih biar hati tenang.
Belum lagi kalau yang kerja kantoran. Kerja dari pagi sampai sore mencari uang biar tidak cemas dengan kebutuhan hidup yang semakin meningkat dengan harapan biar hati tenang.
Banyak hal memang yang bisa kita maklumi atas sibuknya kita mengisi hidup. Dan tujuan dari kesibukan itu adalah agar kita mendapatkan ketenangan hidup.
Apa lagi yang kita cari dalam hidup ini kalau bukan ketenangan hidup? Apalagi yang kita cari kalau bukan kemudahan jalan menuju syurga? Bukankah ini yang selalu kita minta tiap hari pada Allah? Doa sapu jagat yang mungkin selalu kita dengungkan sehabis sholat "Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa kinaa azabannar..." tapi mengapa usaha kita untuk menggapai harapan itu jauh asap dari panggang? Kita juga sudah hafal luar kepala, setelah berdoa kita juga diminta untuk ikhtiar maksimal. Lalu apa ikhtiar yang sudah kita lakukan untuk mencapainya?
Padahal tahukah kita ikhtiar mencari ketenangan hidup seperti tuntunan Rosulullah?
Rosulullah pernah bilang, Saat kita menghadiri majelis ilmu yg didalamnya senantiasa mengingat Allah adalah sarana mendatangkan sakinah (ketenangan) pada jiwa, di naungi rahmat, akan dikelilingi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yg dimuliakan di sisiNya (Hr. Muslim).
Nonton youtube kira - kira malaikat mengelilingi kita ga ya? Hehehe...
Bahkan Rosulullah juga pernah bilang, bila kita kepenatan mengayunkan kaki dalam rangka menuntut ilmu kelak Allah akan mudahkan jalan kita menuju syurgaNya.
Kalau ikut kajian di Wa, telegram atau FB kira-kira dapat hitungan juga ga ya langkah kaki kita saat menjangkau hp?hehe..
MasyaaAllah betapa banyak berkah yang kita peroleh kalau kita mau melangkahkan kaki menuju majelis dzikrullah, majelis yang di dalamnya senantiasa Mengingat Allah. Dengan bertambahnya ilmu, Allah juga karuniakan ketenangan pada hidup kita. Kita akan lebih mudah beramal sholeh, kita akan lebih mudah memenej waktu, kita akan lebih mudah berlapang dada karena Allah telah memberikan rahmatNya untuk kita, dan balasan lainnya adalah akan di Mudahkan kita menuju syurga. Meski melihat kajian lewat internet bukan sebuah kesalahan, tapi memang akan lebih afdhol kalau kita yang mendatangi guru, agar sakinah yg Allah janjikan bisa kita dapatkan.
Masya Allah... Indahnya....
Yuk ngaji...agar waktu kita semakin berkah, agar lelah berganti pahala, agar hidup kita tenang, bahagia di dunia dan akhirat. Aamiin...
Bogor, 17 april 2017
Komentar
Posting Komentar